Lukaku mendapatkan julukan tersebut saat dia direkrut Chelsea dari Anderlecht, tahun lalu. Dengan usianya yang masih sangat muda--sekarang 19 tahun, penyerang asal Belgia itu memang diharapkan bisa mengikuti jejak Drogba sebagai andalan The Blues di lini depan. Apalagi, perawakan dan gaya main mereka berdua juga mirip.
Tapi, musim lalu Lukaku tak banyak mendapatkan kesempatan tampil dan cuma sekali jadi starter di ajang Premier League. Salah satu penyebabnya adalah performa apik yang masih ditunjukkan oleh Drogba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Didier dan saya punya gaya main yang mirip. Tapi, saya pikir dia tak ingin dibanding-bandingkan dengan seseorang saat dia masih muda," ucap Lukaku seperti dikutip Sky Sports.
"Setiap pemain ingin menjadi diri mereka sendiri, pribadi mereka sendiri. Saya tak ingin menjadi versi baru dari siapa pun," tambahnya.
"Awalnya sih oke-oke saja. Tapi, sekarang saya bosan dengan hal itu. Itu tak penting dan sekarang saya tak menyukainya," kata dia.
"Saya membawa nama belakang ayah saya. Saya adalah Romelu Lukaku, bukan orang lain. Ini adalah nama saya sendiri dan nama yang saya harap diingat oleh orang-orang," tegas Lukaku.
(mfi/nds)











































