PM Inggris Minta Maaf Terkait Tragedi Hillsborough

PM Inggris Minta Maaf Terkait Tragedi Hillsborough

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 12 Sep 2012 22:50 WIB
PM Inggris Minta Maaf Terkait Tragedi Hillsborough
Getty Images/WPA Pool
Liverpool -

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengungkapkan pernyataan maaf kepada publik terkait Insiden Hillsborough yang merenggut nyawa 96 suporter Liverpool 23 tahun lalu.

Insiden itu terjadi di Stadion Hillsborough dalam laga semifinal Piala FA antara Liverpool kontra Nottingham Forest. Karena penonton yang membludak dan kapasitas stadion tidak memenuhi, 96 pendukung The Reds tewas.

Usai kejadian tersebut harian The Sun menyebut jika suporter Liverpool adalah penyebab terjadinya kerusuhan di stadion dan itulah mengapa surat kabar tersebut diboikot di seluruh wilayah Merseyside. Hingga 23 tahun lamanya keluarga suporter mencari keadilan atas tuduhan The Sun tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai akhirnya kabar baik itu muncul ketika Hillsborough Independent Panel (HIP) mengeluarkan dokumen-dokumen penting yang berisi bukti-bukti terkait tragedi tersebut. Dan disimpulkan bahwa kejadian itu adalah akibat kelalaian petugas keamanan dalam mengantisipasi jumlah penonton yang membludak.

Setelah kebenaran itu terungkap, akhirnya pihak pemerintah Inggris melalui PM-nya, Cameron, memberikan permintaan maafnya kepada keluarga suporter Liverpool tersebut dan mengakui kelalaian petugas keamanan sebagai penyebabnya.

"Bukti baru yang ditunjukkan hari membuatnya segalanya menjadi jelas dan dalam pandangan saya keluarga-keluarga tersebut sudah diperlakukan dengan tidak adil; ketidakadilan dalam hal banding, kegagalan dari pemerintah melindungi orang-orang yang mereka cintai dan selalu ditahan-tahan untuk mengetahui kebenaran dan lalu kemudian ketidakadilan ketika fitnah menimpa mereka yang sudah pergi itu - bahwa kematian mereka adalah salah suporter itu sendiri," ungkap Cameron seperti dilansir Soccernet.

"Dengan bukti baru dari laporan-laporan ini, ini adalah saat yang tepat bagi saya sebagai Perdana Menteri untuk memberikan permintaan maaf secara resmi kepada 96 keluarga korban yang sudah menderita selama 23 tahun terakhir," lanjutnya.

"Atas nama pemerintah dan negara kami, saya amat sangat menyesal atas ketidakdilan ganda yang sudah berlangsung sangat lama ini," tuntas Cameron.

(mrp/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads