Dalam satu musim terakhir performa Evra juga dianggap telah menurun. Bahkan banyak juga yang menilai sudah selayaknya posisi bek kiri di Old Trafford diberikan kepada Alexander Buttner, pemain yang baru didatangkan dari Vitesse Arnhem.
"Saya bukan tipe orang yang suka membaca koran atau melihat-lihat internet. Ketika saya tak bermain, saya hanya berada di rumah bersama keluarga, ini adalah pertama kalinya saya mendengarkan kritik, dan saya tak menyukainya," beber Evra di Eurosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka lupa dengan begitu cepat bagaimana saya meraih posisi bek kiri Manchester United. Saya bersaing dengan dua pemain hebat, Gabriel Heinze dan Mikael Silvestre."
Evra, yang pada Piala Dunia 2010 lalu mendapat kritik tajam karena dianggap sebagai 'biang keladi' pertikaian beberapa pemain Prancis dengan pelatih saat itu, Raymond Domenech, menilai kritikan terbaik justru hadir dari dirinya sendiri.
"Sepakbola seperti piramida. Mencapai puncaknya begitu mudah, tetapi tetap berada di puncak tersebut adalah sesuatu yang sulit.
"Terlalu mudah orang mengatakan Patrice Evra tak pernah memperjuangkan posisinya. Patrice Evra selalu memperjuangkan posisinya ada atau tak ada pemain lain, sebab anda harus menghormati kostum ini (Manchester United) ketika anda bermain di sini."
(a2s/din)











































