Borini didatangkan Liverpool dari AS Roma pada musim panas ini. Penyerang 21 tahun itu dibeli dengan harga sekitar 13 juta poundsterling (sekitar Rp 202 miliar).
Meski hampir selalu jadi starter di The Reds, Borini belum mampu memenuhi ekspektasi yang dibebankan kepadanya. Dia baru mencetak sebiji gol, itu pun ke gawang klub Belarusia FC Gomel di Liga Europa, awal Agustus lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu saya dibeli untuk mencetak gol, tapi saya tak merasakan tekanan. Saya tahu gol-gol itu akan datang," tutur Borini seperti dikutip Mirror.
"Buat saya, ini cuma soal waktu saja," sambungnya.
"Hal yang sama terjadi musim lalu. Saya cuma mencetak satu gol sebelum Oktober, kemudian cedera selama tiga bulan. Setelah itu, saya mencetak gol kedua di bulan Januari dan dari situ saya mencetak sepuluh gol sampai Maret," kenangnya.
"Di Swansea, saya mencetak enam gol antara Maret dan April, jadi dari masa yang lalu saya tahu bahwa gol-gol akan datang," kata Borini.
"Saya bekerja keras setiap hari dalam latihan dan gol-gol akan datang," ucapnya.
(mfi/a2s)











































