Hugo Lloris menepis rumor bahwa ia tak senang dinomor duakan di Tottenham Hotspur. Ia pun akan sabar menanti waktu untuk menjadi kiper nomor satu sebab ia adalah pendatang baru di tim itu.
Sejak kedatangannya dari Olympique Lyon di penghujung bursa transfer lalu, Lloris baru tiga kali bermain yakni saat melawan Lazio dan Panathinaikos di Liga Europa serta debutnya di Liga Inggris saat melawan Aston Villa akhir pekan lalu.
Selebihnya Lloris selalu jadi deputi bagi Brad Friedel yang selalu dipasang sebagai kiper utama, meskipun sudah berumur 42 tahun tapi masih unggul pengalaman dari rivalnya asal Prancis itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus menjaga beberapa perspektif karena saya baru sebulan di Spurs, saya datang ketika musim sudah berjalan dan tim sudah terbukti. Saya hanya baru abse di tiga laga. Saya bukan datang ke Tottenham untuk jadi cadangan, tapi saya adalah bagian dari tim ini," tutur Lloris dalam wawancara dengan L'Equipe seperti dilansir Soccernet.
"Saya dikontrak untuk proyek jangka panjang. Apakah masa depan saya terjamin? Tidak, saya belum bisa memastikannya. Pelatih yang membuat keputusannya. Saya ini baru datang ke klub ini jadi saya tidak ingin membuat masalah, tapi lebih pada mencarikan solusi," sambungnya.
"Rumor yang mengatakan bahwa saya adalah pilihan presiden bukan pelatih, saya sudah berbicara kepada pelatih dan tidak ada hal yang ambigu. Dia bilang semua orang di Tottenham ingin saya datang dan di Inggris, manajer punya kekuatan untuk melakukan hal-hal seperti itu."
"Ketika Anda datang ke klub baru, maka Anda harus membuktikan kemampuan Anda dan itu logis. Segalanya akan berjalan secara alami dan saya tidak ingin memaksakannya. Saya berharap seperti itu karena Inggris punya kultur spesifik. Orang-orang Inggris ingin melihat permainan Anda di lapangan sebelum memberi penilaian, tapi saya tak akan mempermasalahkannya," tutupnya.
(mrp/din)










































