Di awal pertandingan Mancini menggunakan formasi klasik 4-4-2 dengan empat pemain bertahan--Micah Richards, Vincent Kompany, Joleon Lescott, Gael Clichy.
Akan tetapi, di tengah-tengah pertandingan taktik berubah menjadi skema tiga pemain belakang, yang terkadang menjelma jadi lima dengan sokongan dari wing-back.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barry, karena cedera di masa pramusim, tidak bisa berlatih dalam sistem tiga pemain bertahan. Akan tetapi, demi fleksibilitas, perubahan taktik tetap diperlukan.
Apalagi, utak-atik taktik yang dilakukan Mancini sempat membuahkan sukses kala City mengalahkan West Bromwich 2-1 (20/10) lewat gol telat Edin Dzeko yang berangkat dari bench.
"Aku melewatkan sepanjang pra musim karena operasi," ucap Barry kepada Manchester Evening News. "Rekan-rekan se-timku mengatakan mereka berlatih dengan skema tiga pemain bertahan karena manajer menginginkannya sebagai rencana B."
"Para pemain sepertinya tidak terlalu percaya diri memainkannya. Jika manajer ingin kami bermain dengan itu maka Anda harus melakukan yang terbaik dan menghormatinya."
"Saat hasil tidak sesuai harapan kemudian segala hal menjadi disorot. Dia pernah membuat keputusan untuk tampil menyerang di laga West Brom dan Edin Dzeko datang dan mencetak dua gol. Hal-hal seperti itu tidak dibicarakan," sambung gelandang Inggris ini.
"Saat Anda mengharapkan hal-hal seperti ini datang ketika semuanya berjalan buruk tapi Anda cuma harus tetap bersatu dan maju. Kami memulai itu pada Sabtu dengan sebuah clean sheet dan tiga angka."
(rin/mrp)











































