Keteledoran Mancini Melawan Idealisme Villas-Boas

Jelang City vs Spurs

Keteledoran Mancini Melawan Idealisme Villas-Boas

Eddward Samadyo Kennedy - Sepakbola
Jumat, 09 Nov 2012 11:13 WIB
Keteledoran Mancini Melawan Idealisme Villas-Boas
Getty Images/Michael Regan
Manchester -

Salah satu laga seru dalam lanjutan Premier League akhir pekan ini adalah antara Manchester City kontra Tottenham Hotspur. Ditilik dari data yang ada, pertemuan kedua tim cenderung seimbang.

Kedua tim akan akan berhadapan di Etihad Stadium pada Minggu (11/11/2012). The Citizens sudah memenangi 34 pertandingan kandang di Premier League terhitung sejak musim lalu.

Sementara itu, khusus laga melawan Spurs, City telah memenangi tiga laga terakhir. Kali terakhir City menang adalah pada Januari 2012. Saat itu pasukan Roberto Mancini menang 3-2 atas The Lilywhites. Terkait hal ini, sorotan khusus diarahkan kepada Samir Nasri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam empat laga terakhir kontra Spurs, Nasri telah mengoleksi tiga gol dan tiga assist. Gelandang asal Prancis tersebut mencetak tiga assist ketika City mempermak Spurs 5-1 di White Hart Lane, 28 Agustus 2011. Dalam laga tersebut, Nasri juga sukses menuntaskan 69 dari 71 passing-nya, nyaris sempurna 100 persen.

Selain Nasri, City juga memiliki amunisi lain dalam diri Edin Dzeko. Bomber asal Bosnia itu memiliki keunikan tersendiri pada musim ini. Sebabnya, 48% gol Dzeko di Premier League (10 dari 21) tercetak kala ia menjadi pemain pengganti.

Hal tersebut menjadikan Dzeko sebagai salah satu pemain pengganti yang mencetak 10 gol atau lebih dari 16 pemain lainnya di Premier League. Jumlah yang masih kalah dari striker Spurs, Jermain Defoe.

Bicara rekor gol yang dicetak oleh pemain pengganti, Defoe adalah jawaranya di Premier League. Striker asal Inggris itu sejauh ini sudah membukukan 20 gol ketika diplot sebagai pemain pengganti. Bahkan dalam laga Liga Europa kontra NK Maribor, Jumat (9/11/2012), Defoe sukses membukukan hat-trick.

Persoalannya kemudian, formasi yang dipakai Villas-Boas dalam laga tersebut adalah 4-4-2. Berbeda dengan selama ini yang kerap dipakainya, 4-5-1. Dalam laga melawan Maribor itu, Villas-Boas menduetkan Defoe dengan Emanuel Adebayor di lini depan.

Pelatih asal Portugal itu pun menyiratkan keinginan untuk kembali menggunakan pola 4-5-1 kala meladeni City nanti.

"Kami masihlah sebuah tim yang membuat banyak peluang, meski hanya dengan satu striker. Apakah kami akan naik empat tingkat di Premier League Minggu nanti, itu lain soal," ujarnya di BBC.

Di sisi lain, sebanyak 56% gol yang tercipta di gawang City (khusus untuk laga di Premier League) berasal dari set piece. Bahkan, dua gol Ajax Amsterdam di Liga Champions pun berasal dari tendangan penjuru. Hal lainnya, Roberto Mancini diisukan mulai kehilangan kendali di ruang ganti.

Dengan menilik keteledoran Mancini yang masih juga belum bisa memperbaiki kinerja City dalam mengantisipasi bola-bola mati, serta idealisme Villas-Boas dengan 4-5-1 nya, laga nanti sepertinya akan berlangsung cukup alot.

(roz/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads