Sampai Kapan Hughes Bisa Bertahan?

Sampai Kapan Hughes Bisa Bertahan?

- Sepakbola
Minggu, 18 Nov 2012 05:21 WIB
Sampai Kapan Hughes Bisa Bertahan?
AFP/Carl Court
London - Dengan keberhasilan Reading menundukkan Everton, Queens Park Rangers jadi satu-satunya tim yang belum pernah meraih kemenangan. Sorotan pun kembali dijatuhkan kepada Mark Hughes. Sampai kapan dia bisa bertahan?

QPR tampak mantap menatap musim 2012/2013. Sejumlah pemain dibeli dan ambisi dipancangkan; QPR tidak mau jadi sekadar tim papan tengah atau tim pelengkap lagi. Bahkan Park Ji-Sung, yang didatangkan dari Manchester United, mengatakan bahwa dia sangat tertarik dengan proyek dan ambisi tim yang dimiliki oleh Tony Fernandes itu.

Tapi, di mana QPR sekarang? Mereka memang tidak lagi berada di papan tengah, melainkan berada di papan bawah. Tepatnya mereka berada di dasar klasemen, tanpa pernah menang dan sudah mengoleksi delapan kekalahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah 12 pertandingan berlalu sejak awal musim. QPR tidak terlihat seperti tim yang dihuni oleh kiper Julio Cesar, gelandang Esteban Granero, serta beberapa pemain lain seperti Fabio da Silva, Jose Bosingwa, hingga Adel Taarabt dan Shaun Wright-Phillips. Di atas kertas, dengan materi pemain demikian, Hughes seharusnya bisa membawa timnya sekadar menghindari papan bawah.

Sejauh ini, Fernandes mengaku masih yakin Hughes akan menemukan solusi. Namun, sampai kapan?

Ketika kekalahan datang lagi pada laga melawan Southampton, Sabtu (17/11/2012), entah bakal seperti apa reaksi Fernandes. Namun, Hughes, yang mengaku kecewa, masih menyisakan optimisme. Ia masih yakin, timnya bakal segera bangkit.

"Ketika tim Anda bermain dalam laga penting seperti ini, Anda jelas kecewa. Anda kecewa sebagai manajer dan Anda juga ikut kecewa untuk para pemain. Mereka jauh lebih baik dari apa yang mereka tunjukkan hari ini," ujar Hughes kepada Sky Sports usai timnya takluk 1-3.

"Ini adalah pertandingan penting dan sayangnya kami tidak tampil bagus. Saya memasukkan diri saya sebagai salah satu yang tidak bagus, karena, pada akhirnya, sayalah yang menentukan siapa yang main."


(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads