Sebagian orang memandang Dimitar Berbatov sebagai sosok pemalas. Tapi buat Martin Jol, gaya bermain penyerang Bulgaria itu justru sebuah hiburan tersendiri buat penonton.
Berbatov sedang menjalani karier barunya di Fulham setelah dalam empat musim sebelumnya memperkuat Manchester United.
Sejauh ini performanya tergilang cemerlang. Dari tujuh pertandingan di liga ia mengemas lima gol plus tiga assist.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permainan terbaik Berbatov adalah saat mencetak dua gol plus satu assist ketika timnya mengimbangi Arsenal 3-3 di Emirates Stadium pada 10 November. Salah satu gol dibuatnya lewat tendangan penati yang "berani", karena ia sempat menahan gerakannya sebelum meneruskan menendang.
"Dia ingin menunjukkan padaku bahwa penalti terakhirnya itu bukannya tidak disengaja. Aku bilang, 'please, lain kali langsung tendang saya, jangan tunggu kiper bergerak'."
"Tapi dia tetap melakukan itu karena aku pernah bilang pada dia bahwa tidak ada pemain di Inggris yang bisa menunggu kiper (bergerak dalam mereaksi tendangan penalti). Itulah yang dia lakukan. Tapi dia melakukannya di depan 60 ribu orang. Itu cukup berbeda. Dia memang berbeda," lanjut Jol.
Pelatih asal Belanda itu, yang membawa Berbatov untuk pertama kalinya ke Inggris dengan membawanya ke Tottenham Hotspur di tahun 2006, juga memberi penilaian sendiri tentang sosok Berbatov yang dicitrakan sebagai pemain yang malas.
"Orang pikir dia tukang mengeluh di lapangan, tidak mengerahkan 100 persen. Tapi di pikirannya dia memberikan semuanya untuk tim, dan kita harus menerima itu. Aku menerima itu, dan dia pemain yang luar biasa," simpul Jol.
(a2s/a2s)











































