Chelsea baru saja memecat Roberto Di Matteo dari kursi manajer. Kekosongan posisi itu dinilai menjadi saat yang tepat untuk menghadirkan Josep Guardiola ke London.
The Blues kalah telak 0-3 atas Juventus di matchday 5 Liga Champions. Akibat kekalahan itu, Chelsea terancam tak lolos babak penyisihan grup di ajang tertinggi antarklub Eropa itu.
Meski masih menyisakan satu laga, Chelsea yang menempati peringkat tiga klasemen Grup E dengan raihan tujuh angka, wajib menang saat memainkan laga terakhir melawan Nordsjaelland , sembari berharap Bianconeri kalah dari Shakhtar Donetsk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas keputusan yang dibuat oleh Abramovich itu, mantan pemain dan manajer Chelsea, John Hollins, mengaku tak terkejut.
"Itu bukan kejutan. Di Matteo tampak agak muram semalam. Itu mungkin karena mereka ditaklukan dengan cara seperti itu semalam. Jika mereka kalah 1-0, mungkin akan berbeda," ucap Hollins di BBC Sports.
"Keputusan untuk tak memainkan (Fernando) Torres, dan tak masuk dalam pertandingan dengan segenap kekuatan terbaik, mungkin memberikan kontribusi," tambahnya.
Sejumlah spekulasi siapa yang bakal ditunjuk untuk membesut Chelsea pun lantas beredar. Nama Guardiola yang acap kali disebutkan bakal direkrut juga turut meramaikan bursa manajer baru tim asal London itu.
Jika benar-benar Chelsea berniat merekrut Guardiola, Hollins menyebutkan bahwa ini adalah saat yang tepat.
"Jika Pep Guardiola akan datang, dia harus datang sekarang," ucap pria yang pernah menangani Chelsea di era tahun 1980-an itu.
(cas/rin)










































