Setelah beberapa bulan menganggur usai tak lagi menangani Tottenham Hotspur, Redknapp kembali lagi ke kursi manajer. Dia diangkat menjadi manajer baru QPR di akhir November lalu untuk menggantikan Mark Hughes yang dipecat.
Saat Redknapp ditunjuk menjadi manajer, QPR memang sedang terpuruk di Premier League. Mereka ada di dasar klasemen dan belum sekalipun meraih kemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hinga kini, QPR belum juga keluar dari posisi juru kunci. Redknapp pun mengaku sampai sulit tidur karena memikirkan bagaimana membangkitkan QPR saat ini.
"Ada yang mengganggu pikiran saya dan tidak mudah untuk tidur. Saya tidur dengan sangat baik dua minggu lalu sampai saya kembali bekerja. Ini lebih sulit karena Anda berbaring di sana menunggu alarm mati sangat awal," ungkap Redknapp seperti dikutip Sportsmole.
"Anda berpikir apa yang bisa Anda lakukan, bagaimana Anda bisa meningkatkannya, tim seperti apa yang terbaik, siapa bisa bermain di mana? Ini adalah pekerjaan yang berat," katanya.
(nds/mrp)











































