sepakbola

Kalau Sir Alex Jadi 'Dosen'

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Kalau Sir Alex Jadi 'Dosen'


Rossi Finza Noor - detikSepakbola

Getty Images/Julian Finney
Getty Images/Julian Finney
Manchester -

Melihat Sir Alex Ferguson meneriakkan instruksi dari pinggir lapangan atau berdiam di bangkunya sambil mengunyah permen karet adalah pemandangan biasa. Lalu, bagaimana jika manajer 70 tahun berdiri di depan kelas dan memberikan kuliah?

Peristiwa langka itu terjadi di awal tahun 2012, ketika manajer Manchester United itu memutuskan untuk membantu profesor Anita Elberse untuk memberikan kuliah manajemen kepada para mahasiswa Harvard Business School di Boston. Namun, baru sekarang Sir Alex menceritakan pengalamannya waktu itu.

Manajer yang sudah lebih dari dua dekade menangani MU itu mengatakan, pengalamannya memberikan kuliah begitu menyenangkan sekaligus memberikan pelajaran baru mengenai dirinya sendiri. Di sisi lain, ia juga mengungkapkan bahwa atmosfer yang tercipta begitu profesional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sir Alex tidak hanya memberikan kuliah tapi juga mendiskusikan beberapa hal. Kuliah dan diskusi itu sendiri dikabarkan berlangsung selama 40 menit.

Lalu, apa saja yang diceritakan oleh Sir Alex dalam kuliahnya? Salah satunya adalah bagaimana dia memberikan team talk kepada para pemainnya. Dengan masa manajerial yang begitu panjang, dia sudah memberikan ribuan team talk kepada para pemainnya. Supaya tidak bosan, diakuinya, dia selalu memberikan cerita dan memotivasi semangat dengan cara yang berbeda-beda.

"Jadi, saya suka menceritakan sesuatu yang berbeda dan menggunakan imajinasi saya," ujarnya seperti dilansir Telegraph. "Secara umum, ini hanya soal ekspektasi, kepercayaan mereka terhadap diri mereka sendiri, dan kepercayaan mereka kepada satu sama lain."

Yang lainnya, pria yang pernah menukangi Aberdeen ini juga berbicara soal taktik, bagaimana bersikap ketika tim tengah berada dalam posisi tertinggal, dan bagaimana menangani kondisi psikologi pemain yang berbeda-beda.

"Bagian dari diskusi, di mana saya belajar betul mengenai diri saya adalah ketika kami mendiskusikan keseimbangan antara 'rasa takut' dan 'cinta' dalam cara saya memanajeri orang lain."

"Jika Anda melihat sejarah saya, ada segala cerita mengenai hair dryer, amarah, dan sebagainya. Tapi, para mahasiswa itu mengenali sisi lain dari sikap tersebut, yang mana merupakan sudut pandang yang lebih tepat dari bagaimana saya memelihara sebuah hubungan dengan orang lain dan mengembangkan tim selama bertahun-tahun."


(roz/din)











Hide Ads