Liverpool Diincar Investor Amerika
Jumat, 24 Sep 2004 16:05 WIB
Jakarta - Setelah gagal menawarkan sahamnya kepada Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawarta, Liverpool memiliki peluang untuk menarik investor baru. Mereka berasal dari Amerika Serikat.Dilansir BBC, Jumat (24/9/2004), Liverpool dilaporkan telah terlibat pembicaraan serius dengan seorang eksekutif bidang hiburan yang berbasis di Hollywood bernama Mike Jefferies. Bersama rekannya yang juga berkebangsaan AS, Stuart Ford, Jefferies membentuk sebuah konsorsium yang siap menanamkan modalnya di klub yang bermarkas di Anfield ini. Jefferies dan Ford dikabarkan akan membeli 51,6 persen kepemililkan saham yang dipunyai oleh ketua umum David Moores dan keluarganya dengan taksiran uang mencapai 100 juta Pounds. Pengusaha Amerika yang lahir di Liverpool itu menyatakan akan mengucurkan dana sesegera mungkin. Namun, ia tetap menyerahkan keputusan kepada Liverpool. "Kami ingin bisa berkontribusi dalam menjadikan Liverpool klub tersukses di dunia," ujar Jefferies kepada Financial Times. "Jika klub berniat membeli pemain baru pada bursa transfer Januari 2005 nanti, maka Liverpool harus mempertimbangkan penawaran kami dari sekarang," ucap Jeffries kali ini kepada BBC Radio Five Live.Jefferies dan Ford sendiri merupakan kelompok ketiga yang meminati The Reds, setelah konglomerat Thailand Paiboon Damrongchaitham dan pengusaha lokal Steve Morgan.Dua minggu lalu Damrongchaitham sempat menawar saham Liverpool, namun pengusaha pemilik jaringan media GMM Grammy itu menyatakan baru bisa memutuskan jadi atau tidaknya merealisasikan niatnya pada akhir bulan ini.Sebelumnya Damrongchaitham menggantikan upaya Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang mengurungkan niatnya membeli Liverpool karena tak ada kesepakatan harga.Selain Damrongchaitham, yang juga meminati Liverpool adalah Morgan. Tetapi ia sudah resmi mengundurkan diri setelah tawarannya yang mencapai 73 juta Pounds ditolak Liverpool bulan lalu. (mel/)











































