Apa yang ditunjukkan oleh Michu bersama Swansea City pada musim ini sangat layak jadi pelajaran. Di La Liga, Michu memang bukan tandingan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Radamel Falcao. Tapi, saat hijrah ke Inggris, pemain bernama lengkap Miguel Perez Cuesta itu mendadak bersinar terang.
Swansea tak perlu mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Michu pada musim panas lalu. The Swans cuma membayar dua juta poundsterling kepada Rayo Vallecano.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin sebagian orang akan bertanya-tanya bagaimana bisa Michu, pemain yang sebelumnya memperkuat klub medioker semacam Rayo, begitu sukses di Premier League. Tentu banyak yang berpikir pemain-pemain bagus di La Liga cuma bisa ditemui di Real Madrid, Barcelona, dan tim-tim lain seperti Atletico Madrid, Valencia atau Sevilla. Pola pikir seperti itu ada baiknya diubah mulai sekarang juga.
Harga Murah & Kepribadian Baik
Pengakuan Terry Gibson, pemantau bakat untuk Bolton Wanderers dan Manchester City dari tahun 2004 sampai 2007, layak disimak. Orang yang merekomendasikan Pablo Zabaleta, Martin Petrov, dan Javier Garrido ke City itu sampai sekarang masih dekat dengan sepakbola Spanyol.
Gibson melihat ada banyak pemain berbakat yang bermain di klub-klub kecil La Liga. Dengan kondisi finansial klub mereka yang lemah, dia menilai seharusnya tim-tim Premier League bisa lebih mengeksploitasi hal ini. Cukup mengeluarkan sedikit uang, mereka akan mendapatkan pemain-pemain bagus.
"Spanyol adalah tempat bagus untuk dikunjungi, bukan cuma karena kualitas para pemainnya, tapi juga harga relatif murah yang bisa Anda dapatkan," jelas Gibson seperti dikutip London Evening Standard.
"Di luar dua besar (Madrid-Barca), tak ada banyak uang di sepakbola Spanyol. Atletico bisa mempertahankan Falcao di musim panas lalu, tapi mereka nyaris tidak berbelanja. Sementara itu, Valencia mendapatkan keuntungan dari transfer di musim panas."
"Situasi ekonomi membuat klub-klub Spanyol akan sangat tertarik dengan uang dari Premier League. Siaran sepakbola Spanyol di Inggris Raya membuat kita mudah untuk melihat para pemain di sana. Biasanya ada tiga pertandingan di akhir pekan. Lalu, kalau Anda menyukai apa yang Anda lihat, Anda tinggal menempuh penerbangan singkat dan mengeceknya secara langsung."
"Lihatlah klub seperti Real Betis. Mereka menempati posisi kelima di La Liga dan mereka cukup sukses, dan sejumlah pemain mereka kontraknya habis pada akhir musim."
"Hal yang sama terjadi di Levante, yang menduduki posisi keenam dan memiliki beberapa pemain yang sangat bagus yang akan mudah didapatkan oleh klub-klub Premier League."
"Ambillah contoh gelandang Betis Jose Canas. Dia berumur 25 tahun, dia menjalani musim yang sangat bagus, dan dia mungkin hanya dibayar sekitar 5.000 poundsterling per pekan. Itu tak ada artinya untuk kebanyakan klub Premier League, sementara di Spanyol itu sudah standar. Saya yakin saat di Rayo Michu mendapatkan kurang dari itu."
"Barca dan Madrid memang membayar gaji tinggi, lalu Atletico, Valencia, Sevilla, dan Malaga memiliki pemain-pemain yang terikat kontrak yang bagus. Namun, di kebanyakan klub lainnya, gaji relatif rendah."
Keunggulan pemain-pemain Spanyol bukan cuma soal skill mumpuni dan harga yang relatif murah. Tapi, kepribadian mereka juga baik.
"Lihatlah karakter para pemain Spanyol. Mereka yang datang ke Inggris, sangat sedikit dari mereka yang bikin masalah di luar lapangan," kata Gibson.
"Mereka punya kepribadian yang baik dan cuma ingin main bola. Itu adalah paket yang bagus dan saya terkejut banyak klub Inggris yang tidak memanfaatkan itu," ujarnya.
Gibson punya analisis terkait sedikitnya klub Inggris yang benar-benar memantau para pemain bagus-murah di Spanyol. Menurutnya, klub-klub Premier League lebih fokus mencari pemain-pemain yang masih "mentah", seperti saat Arsenal menggaet Cesc Fabregas dari Barcelona pada tahun 2003, saat si pemain masih berusia 16 tahun. Akibatnya, mereka lantas mengabaikan pemain-pemain lain yang sudah punya pengalaman.
Kalau masih mempertahankan kebijakan scouting seperti itu, kebanyakan klub Inggris mungkin akan terus mengeluarkan dana besar demi mendapatkan pemain bagus. Mungkin, kalau ada klub top yang ingin membeli Michu di musim panas mendatang, mereka harus membayar Swansea dengan biaya berlipat-lipat dibandingkan harga belinya dari Rayo.
(mfi/krs)










































