Di bawah arahan manajer Brendan Rodgers sejak musim ini, The Anfield Gank kerap memetik hasil tak maksimal saat menjadi tim unggulan.
Liverpool sering terpeleset saat berhadapan dengan tim yang di atas kertas bisa mereka kalahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, performa Liverpool bisa saja berbeda kala berhadapan dengan tim-tim papan atas. Hal itu bisa dilihat saat Luis Suarez dkk. mampu memaksakan hasil imbang saat bertemu klub penghuni empat besar semisal Chelsea dan Manchester City.
Kekhawatiran Liverpudlian atas performa tim kesayangannya mulai terkikis dalam tiga pertandingan terakhir Liverpool di semua ajang. 'Si Merah' selalu meraih hasil positif dengan memetik kemenangan.
Kemenangan telak 5-0 atas Swansea City pada pertengahan Februari lalu menjadi awal periode positif Liverpool itu.
Pada pertandingan selanjutnya, Liverpool menundukkan wakil Rusia, Zenit St Petersburg di ajang Europa League. Setelah itu giliran Wigan Athletic yang dilibas dengan skor 4-0 pada lanjutan Liga Inggris akhir pekan lalu.
Agger yang sadar bahwa Liverpool tengah tampil bagus, lantas berujar bahwa tim yang bermarkas di Anfield itu mulai menemukan konsistensi.
"Akhinya kami mulai menunjukkan suatu konsistensi dan itulah yang kami butuhkan," jelas Agger di Liverpool Echo.
"Sangat vital bagi kami untuk terus bermain seperti ini dan mencoba untuk meraih posisi setinggi mungkin di liga," tambahnya.
Kendati performa Liverpool sudah mulai membaik, Agger tak mau jemawa. Dia menyatakan bahwa timnya belum mau membicarakan target jangka panjang.
"Apa target kami sekarang? Saya pikir kami semua sepakat bahwa kami hanya melihat pada satu pertandingan berikutnya. Fokus kami kini pada laga melawan Tottenham," kata Agger.
Liverpool akan mendapatkan lawan berat dalam lanjutan Liga Inggris akhir pekan ini. Mereka akan kedatangan Tottenham Hotspur, hari Minggu (10/3).
(cas/mfi)










































