Abramovhc mengambil alih Chelsea dari Ken Bates di tahun 2003 dan setelahnya klub asal London Barat itu menjadi kekuatan baru di Premier League dan juga Eropa. Jika sebelum itu Arsenal selalu jadi pesaing Manchester United, Chelsea kemudian mengambil alih tempatnya.
Total tiga gelar Premier League dan empat Piala FA jadi persembahan Abramovich di kompetisi lokal. Sementara itu di kancah Eropa, Abramovich harus menunggu sekitar sembilan tahun untuk bisa merengkuh trofi Liga Champions pertamanya setelah sebelumnya gagal di final tahun 2008 dan hanya mencapai semifinal di 2005, 2007 dan 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena kerap bergonta-ganti manajer itulah, Abramovich kerap dicap owner yang tak mengerti sepakbola dan hanya ingin prestasi instan. Tapi tetap saja Abramovich keukeuh dengan kebiasaannya itu dan musim depan sepertinya bakal ada manajer ke-10 selama rezimnya.
Gourlay yang kini menjabat Chief Executive klub tersebut dan sudah berada di klub itu sejak 15 tahun lalu punya pandangan tersendiri pada sosok Abramovich. Apa katanya?
"Roman (Abramovich) itu fenomenal dan dukungannya pada klub begitu besar sejak mengambil alih di tahun 2003. Dia sosok yang punya ambisi besar dan selalu lapar (akan kesuksesan)," tutur Gourlay dalam wawancara dengan detiksport di Gedung BNI, Jakarta, Kamis (7/3/2013) sore WIB.
"Tahun lalu kami ketika kami berada di Amerika untuk tur pra musim, Roman datang melihat pertandingan kami dan dia memang selalu dekat dengan klub ini. Hasratnya untuk mencapai sukses selalu ada," demikian Gourlay.
(mrp/a2s)











































