From Zero to Hero, mungkin ini ungkapan tepat disematkan pada Andre Villas-Boas. Setelah musim lalu gagal total di musim perdananya di Inggris, kini AVB sedang dipuja-puja berkat polesannya di Tottenham Hotspur.
Musim lalu Villas-Boas ditunjuk Chelsea sebagai manajer baru menggantikan Carlo Ancelotti. Alasan The Blues memilih Villas-Boas adalah dia dulu pernah bekerja sebagai asisten Jose Mourinho di sana plus baru saja membawa Porto meraih treble winners di musim 2010/2011.
Namun ternyata bekal Villas-Boas dari Porto tidaklah cukup untuk membantunya sukses di Chelsea. Bersamaan dengan perpecahan di dalam ruang ganti di mana Villas-Boas mendapat resistensi dari pemain senior dan juga performa buruk, akhirnya Februari tahun lalu ia didepak dari Stamford Bridge.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Villas-Boas diserahi tugas untuk membawa Spurs finis sebaik mungkin musim ini -- kalau bisa pun lolos ke Liga Champions-- dan ia pun disokong banyak pemain berkualitas di bursa transfer lalu, seperti Gylfi Sigurdsson, Moussa Dembele, Hugo Lloris, Clint Dempsey, Jan Verthonghen dan musim dingin ini Spurs mengangkut Lewis Holtby.
Hasilnya? Spurs kini ada di posisi ketiga klasemen dengan 54 poin, unggul dua poin dari Chelsea yang notabene eks tim pria Portugal itu dan juga cuma berjarak lima poin dari peringkat kedua Manchester City. Mereka dalam 12 laga terakhir tak terkalahkan dan jika saja performa itu bisa dipertahankan, bukan tak mungkin mereka yang akan jadi runner-up atau kalau ada keajaiban menjadi juara.
Meski gagal di Piala FA dan Piala Liga Inggris, tapi Villas-Boas mampu melajukan Spurs dengan baik di Liga Europa di mana sudah menempatkan satu kaki di babak perempatfinal pasca kemenangan 3-0 atas Inter Milan di leg pertama babak 16 besar Liga Europa semalam.
Tak cuma soal performa tim, Villas-Boas juga sukses mengubah Gareth Bale jadi mesin gol tim asal London Utara itu dengan sudah mencetak 16 gol di Premier League serta jadi kandidat pemain terbaik Liga Inggris musim ini.
"Saya punya pengalaman buruk musim lalu, kesuksesan menjadi keterpurukan. Itu sering terjadi di sepakbola. Saya coba bekerja dengan baik di Chelsea, tapi waktu saya sangat singkat dan juga membuat banyak kesalahan," ujar Villas-Boas di Football Italia.
"Kini semuanya berjalan dengan baik, tapi segalanya berubah dengan cepat di sepakbola. Jadi kami tidak bisa santai saja," demikian Villas-Boas.
(mrp/a2s)










































