Insiden gigitan dari Suarez kepada bek Chelsea Branislav Ivanovic ketika kedua tim berhadapan akhir pekan lalu terus menyisakan kisah-kisah lanjutan.
Menyusul dijatuhkannya hukuman berupa laranan bertanding sebanyak 10 pertandingan dari Federasi Sepakbola Inggris (FA) kepada Suarez, sejumlah reaksi pun bermunculan. Ada yang pro, ada pula yang kontra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak awal Suarez memang akan mendapatkan (skors) lebih dari enam laga. Bukankah klub juga akan mengirimkan pesan lebih tegas jika menghukumnya selama dua pekan? Dan menunjukkan kepadanya dan juga semua orang yang akan bermain untuk klub itu di masa mendatang mengenai apa sebenarnya LFC; respek dan martabat," tulisnya.
Sebelumnya, Manajer Liverpool Brendan Rodgers mempertanyakan hukuman FA kepada Suarez. Ia mengindikasikan bahwa pemainnya tersebut sudah jadi korban dari inkonsistensi FA.
Menurut Hamann, apapun keputusan FA tidak mengubah fakta bahwa Suarez sudah melakukan tindakan tak pantas. Apalagi sebelumnya ia juga sudah sempat dihukum panjang atas tindakan tak pantas lain--rasialisme--sehingga sebenarnya harus belajar dari kesalahan itu.
"Jika Anda pikir Suarez menjadi korban FA, jangan lupa bahwa ia tidak disuruh untuk menggigit Ivanovic."
"Tak ada gunanya memperdebatkan jumlah hukumannya. Tahun lalu Suarez dihukum 8 pertandingan, (jadi) ia akan mendapat (sanksi) lebih besar untuk (gigitan) itu. Terima saja dan lanjut terus," tegas mantan pemain internasional Jerman tersebut.
Atas opininya itu, Hamann sekaligus menegaskan bahwa ia tidak berniat memanas-manasi situasi atau malah menyudutkan bekas klubnya. "Aku mendukung dan menghormati LFC. Aku bukannya mau menyalahkan klub melainkan tindakan dari salah satu pemainnya," lugas Hamann.
(krs/roz)











































