Jamie Carragher melihat ke belakang dan membicarakan jalan yang dilalui Liverpool musim ini. Ada penurunan, namun belakangan The Reds disebutnya menunjukkan performa menjanjikan.
Start Liverpool memang tidak luar biasa. Setelah mengawali musim dengan kekalahan 0-3 di tangan West Bromwich Albion, Liverpool harus melalui empat pertandingan selanjutnya tanpa kemenangan. Mereka bermain imbang dengan Manchester City, kalah dari Arsenal, lalu bermain imbang lagi dengan Sunderland, dan terakhir dikalahkan Manchester United.
Baru pada pekan keenam, yakni menghadapi Norwich City, tim besutan Brendan Rodgers ini mendapatkan kemenangan. Tapi, sampai lima pertandingan setelahnya, Liverpool kembali menurun. Mereka hanya mampu mendapatkan satu kemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu, Liverpool gagal mendatangkan sejumlah pemain incaran, termasuk Gylfi Sigurdsson dan Clint Dempsey yang akhirnya malah bergabung dengan Tottenham Hotspur. Sementara, Andy Carroll dipinjamkan ke West Ham United.
"Kami punya banyak pemain muda di dalam tim dan itu tidaklah mudah."
Memasuki Desember, performa Liverpool masih angin-anginan. Mereka bisa memetik kemenangan telak 4-0 atas Fulham, tapi bisa juga ditundukkan oleh tim-tim semisal Stoke City dan Aston Villa.
Setelah bursa transfer musim dingin, dengan datangnya Philippe Coutinho dan Daniel Sturridge, Liverpool membaik. Mereka beberapa kali mendapatkan kemenangan telak; Swansea City dibekap 5-0, Wigan Athletic ditundukkan 4-0, dan Newcastle United dihantam 6-0. Coutinho dan Sturridge terbukti cepat nyetel.
Dengan catatan bagus menjelang akhir musim itulah Carragher yakin Liverpool punya masa depan bagus. Kendati, dia sendiri tidak akan jadi bagian dari masa depan itu mengingat bakal gantung sepatu begitu musim ini habis.
"Manajer mendatangkan beberapa pemain di bulan Januari dan memberikan kami suntikan tenaga. Kami menunjukkan tanda-tanda bagus, tapi kami harus bisa mempertahankan performa bagus ini musim depan."
(roz/krs)











































