Sejak diambil alih oleh Roman Abramovich di tahun 2003, Chelsea sudah berganti manajer sebanyak sembilan kali. Villas-Boas sendiri sempat menduduki kursi kepelatihan Chelsea meski tak sampai semusim. Ditunjuk di awal musim 2011/2012, manajer asal Portugal itu kemudian dipecat setelah bekerja tak sampai sembilan bulan.
Meski begitu, Chelsea tetap mampu memenangi sejumlah trofi. Di era Jose Mourinho misalnya, Chelsea memenangi dua gelar Premier League, dua kali juara Piala Liga, satu Piala FA dan Community Shield. Sementara saat ditangani oleh Roberto Di Matteo, John Terry dkk. berhasil mengangkat trofi Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarah mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada akhirnya, (mengganti manajer) telah memberi mereka kesuksesan dan kadang sukses adalah hal yang penting dalam sepakbola, terlepas dari gaya," ujar Villas-Boas seperti dikutip Soccernet.
"Saya punya opini yang berbeda. Saya pikir jika Anda tidak punya gaya, itu membuat anda tak terlihat dalam sepakbola. Hanya tim dengan gaya yang sukses, tapi pada akhirnya, kesuksesan normalnya adalah tolok ukur di sepakbola modern Eropa."
"Maksud saya gaya bermain. Ketika hal-hal menjadi menarik. Jelas apa yang menarik bagi saya mungkin berbeda dengan gaya sepakbola yang menurut Anda menarik," lanjut eks pelatih FC Porto itu.
"Kita melihat tim yang sangat bagus yang sedang dibangun Mauricio Pochettino di Southampton. Pergantian dari Nigel (Adkins) ke Mauricio sulit diterima, tapi kenyataannya Southampton tidak tak terlihat dalam hal sepakbola. Sepakbola mereka sangat menarik musim ini," kata Villas-Boas.
Villas-Boas akan kembali ke Stamford Bridge untuk pertama kalinya, Kamis (9/5/2013) dinihari WIB nanti di lanjutan Liga Primer Inggris. Spurs akan menghadapi Chelsea dalam upayanya untuk menembus zona Liga Champions.
(nds/roz)










































