Carroll sudah semusim terakhir memperkuat West Ham, namun statusnya cuma sebagai pinjaman dari Liverpool. Dia terbuang dari The Reds karena dianggap gagal dan tak memenuhi harapan menjadi penyumbang gol setelah ditebus dengan harga mahal dari Newcastle United
Meski awalnya diganggu cedera, Carroll kemudian menunjukkan performa yang cukup baik di West Ham. Total dia membuat tujuh gol dari 23 penampilan di Premier League. Statistik yang membuat The Hammers tertarik mempermanenkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembelian pemain besar menunjukkan langkah signifikan yang diambil pihak klub terkait rencana untuk pindah ke Olimpic Stadium yang berkapasitas 54.000 tempat duduk pada 2016. Carrol akan menjadi sosok penting dalam hal itu, terkait komitmen jangka panjang dengan The Hammers," demikian pernyataan resmi West Ham di situsnya.
Nama Carroll mulai meroket setelah dia membela Newcastle dan tampil subur di musim 2009/2010 dengan mencetak 17 gol dan mengantar klub tersebut kembali promosi ke Premier League. Semusim berselang dia mencetak 11 gol dari 19 penampilan di kasta teratas sepakbola Liga Inggris.
Statistik tersebut membuat Liverpool terpikat dan rela merogoh kocek hingga 30 juta poundsterling untuk memboyongnya ke Anfield, transfer di musim dingin 2011 tersebut menjadikan Carroll sebagai pesepakbola Inggris termahal. Namun bersama 'Si Merah' dia tampil mengecewakan. Di musim penuh pertamanya (2011/2012) dia cuma bikin empat gol dari 35 pertandingan.
"Rasanya fantastis buat saya bisa berada di sini. Saya sungguh menikmati musim lalu dan itu menunjukkan saya ingin kembali serta menjadikan (peminjamannya) permanen," sahut Carroll di Reuters.
(din/mfi)











































