1. Juan Sebastian Veron
|
|
Veron dibeli oleh Manchester United pada tahun 2001 seharga 28,1 juta poundsterling dan menjadi pemain termahal di Inggris saat itu. Tapi, pemain asal Argentina itu tak bisa menunjukkan permainan terbaiknya bersama The Red Devils.
Dua musim di MU, Veron kemudian hijrah ke Chelsea dengan biaya 15 juta poundsterling. Awalnya, La Brujita tampak menjanjikan dengan mencetak gol ke gawang Liverpool dan membantu Chelsea menang 2-1 di Anfield.
Namun, cedera menghambat kemajuan Veron bersama The Blues. Dia akhirnya cuma tampil 15 kali. The Times menobatkan kepindahan Veron dari MU ke Chelsea sebagai salah satu dari 50 transfer terburuk dalam sejarah Premier League.
Sempat dipinjamkan ke Inter Milan dan Estudiantes, Veron akhirnya benar-benar dilepas Chelsea pada tahun 2007 ketika kontraknya berakhir. Dia kemudian tetap bertahan di Estudiantes.
2. Andriy Shevchenko
|
|
Ketajaman Shevchenko membuat Abramovich tergoda dan membelinya seharga 30,8 juta poundsterling pada tahun 2006. Namun, Sheva mendadak tumpul setelah mengenakan kostum 'Si Biru'. Di musim pertamanya, dia cuma mencetak empat gol di Premier League.
Cedera dan bersinarnya Didier Drogba membuat Shevchenko makin tak mendapatkan tempat di tim utama. Ketika dipinjamkan ke Milan pada musim 2008/2009, dia juga tak mampu menunjukkan produktivitasnya yang dulu.
Chelsea akhirnya melepas Shevchenko ke klub lamanya, Dynamo Kyiv, pada tahun 2009.
3. Shaun Wright-Phillips
|
|
Di Stamford Bridge, Wright-Phillips jarang dimainkan sebagai starter. Dia sempat menanjak ketika Avram Grant menjadi manajer dan tampil di final Piala Liga Inggris tahun 2008, di mana Chelsea kalah dari Tottenham Hotspur.
Chelsea akhirnya menjual kembali Wright-Phillips ke City pada tahun 2008 dengan harga sekitar setengah dari harga belinya.
4. Adrian Mutu
|
|
Tapi, Mutu gagal memenuhi ekspektasi yang dibebankan kepadanya. Meski sempat bikin empat gol dalam tiga partai pertamanya, dia kemudian melempem dan cuma bikin 10 gol di musim 2003/2004.
Mutu kemudian berseteru dengan manajer baru Jose Mourinho. Puncaknya adalah ketika dia terbukti memakai kokain pada September 2004. Dia diskors selama tujuh bulan dan didenda 20 ribu poundsterling. Oktober 2004, Chelsea melepasnya.
5. Mateja Kezman
|
|
Tapi, produktivitas itu bak hilang tanpa bekas setelah dia pindah ke Chelsea pada tahun 2004. Dia cuma mencetak tujuh gol dalam 40 pertandingan selama musim 2004/2005.
Kezman tak lama bermukim di Stamford Bridge. Pada tahun 2005, dia dilepas ke Atletico Madrid.
Kendati tak bersinar, Kezman menyebut masa-masa di Chelsea sebagai puncak kariernya.
"Chelsea adalah hal terbaik dalam karier saya. Itu adalah klimaks dari karier saya, pasti. Tinggal dan bermain di London adalah sesuatu yang tak akan pernah saya lupakan," katanya.
Halaman 2 dari 6











































