Hari itu adalah hari parade, di mana klub merayakan kesuksesan mereka memenangi trofi liga. Jalan-jalan dipenuhi suporter, trofi diangkat setinggi-tingginya, dan chant-chant kebanggaan menggaung.
Bagi Cleverley, dia baru mengalaminya satu kali. Baru beberapa bulan silam. Sebab, baru satu kali juga dia merasakan gelar juara liga bersama Manchester United.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak hanya ingin mengalaminya satu kali. Saya ingin mengalaminya berkali-kali."
Musim kemarin adalah musim kedua Cleverley bermain di tim utama 'Setan Merah'. Pada musim pertamanya, dia mendapatkan pujian dan digadang-gadang menjadi pemain masa depan untuk lini tengah United, namun cedera sempat menghentikan langkahnya.
Sementara pada musim keduanya, Cleverley harus berjuang keras untuk mendapatkan tempat utama. Dengan kabar yang belakangan menyebut bahwa United tengah mencari gelandang baru, Cleverley berpotensi untuk menghadapi kerasnya persaingan seperti musim lalu.
Kendati demikian, dia tetap optimistis. Apalagi dia tergiur untuk berdiri di atas bus lagi, sembari mengangkat trofi di tangannya.
"Memenangi titel pertama mungkin sedikit mengangkat tekanan."
"Tapi, menjadi bagian dari parade kemenangan membuat saya ingin melakukannya lagi, berulang-ulang kali, selama karier saya," katanya.
(roz/krs)










































