Penilaian pertama datang dari John Aldridge, penyerang Liverpool periode 1987–1989. Ia menyatakan bahwa Suarez, yang kini disebut-sebut sudah tak lagi betah di Anfield, harus membalas kesetiaan Liverpool yang sudah setia membelanya di dalam kasus rasialisme dan penggigitan pemain lawan.
"Ada loyalitas yang sangat kurang di sini dan terutama setelah Liverpool sedemikian membela Luis. Bukan semuanya mengenai uang," sergah Aldridge kepada BBC Radio 5 Live yang dikutip Sporting Life.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan dari Uruguay, kampung halaman Suarez, ia bakal segera mengajukan permintaan resmi untuk dijual 'Si Merah' menyusul penolakan Liverpool atas tawaran 40 juta poundsterling plus 1 poundsterling dari Arsenal terhadapnya.
David Fairclough, yang tercatat membela Liverpool pada periode 1975–1983, turut menyebut-nyebut perkara loyalitas ketika mengomentari situasi Suarez saat ini. Berbeda dari Aldridge, menurutnya saat ini tidaklah realistis berbicara loyalitas.
"Dalam sepakbola dewasa ini loyalitas tidaklah eksis. Itu adalah impian kosong," seru mantan penyerang tersebut di TalkSport.
Fairclough juga menilai bahwa kehilangan seorang Suarez untuk Liverpool memang akan cukup terasa. Tetapi itu tidak berarti 'The Reds' akan langsung terpuruk.
"Saya percaya Liverpool tidak akan kehilangan terlalu banyak poin (di Liga Primer Inggris). Pada akhirnya, jika Suarez pergi mereka (Liverpool) akan mendapatkan harga bagus, mereka akan bisa terus membangun tim dan membeli pemain yang bisa tumbuh bersama klub dan membuat Liverpool menjadi sebuah kekuatan yang mereka inginkan."
"Liverpool akan terus maju. Mereka punya visi bagaimana klub itu akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Selama ini pun mereka sudah membeli pemain-pemain muda yang dirasa bisa menjadi andalan tim," lugasnya.
(krs/mrp)










































