FA Selidiki Kerusuhan di Piala Carling
Kamis, 28 Okt 2004 17:29 WIB
Jakarta - Kerusuhan penonton yang terjadi dalam dua laga Piala Carling membuat Federasi Sepakbola Inggris (FA) akan mengambil langkah tegas. Namun sekarang mereka baru akan mengumpulkan bukti-bukti. Dalam dua hari laga Piala Carling, ada dua kejadian kerusuhan yang terjadi. Yang pertama adalah ketika berlangsung Chelsea vs West Ham dan yang lain Liverpool vs Millwall. Kericuhan terjadi di Stamford Bridge ketika puluhan suporter West Ham mengamuk sesaat setelah wasit meniupkan peluit panjang. Para petugas kepolisian menggunakan helm anti huru-hara untuk menghalau para perusuh yang melempari mereka dengan benda-benda keras. Menurut laporan Scotland Yard, pihaknya telah menahan 11 orang untuk berbagai tuduhan seperti melanggar ketertiban umum, penggunaan obat-obatan terlarang dan membawa senjata. Sebelumnya pencetak satu-satunya gol dalam pertandingan itu, Mateja Kezman, sempat meninggalkan lapangan untuk mendapat perawatan setelah menerima lemparan benda keras yang diduga koin. Kejadian itu terjadi tak lama setelah kiper West Ham, Jim Walker, menyelamatkan tendangan penalti yang dihadiahkan kepada The Blues menit ke-78.FA sendiri akan mengusut tuntas kasus ini. Kini mereka tengah mengumpulkan bahan-bahan dari kepolisian, saksi-saksi dan laporan wasit. "Belum ada yang akan dihukum. Saat ini kami tengah mengontak beberapa pihak yang berwenang dan mengumpulkan informasi," ujar sebuah pernyataan FA seperti dikutip BBC, Kamis (28/10/2004).Kemarin di kandang Milwall, New Den, sejumlah suporter Liverpool mengamuk dengan melemparkan bangku-bangku stadion ke lapangan usai pertandingan yang dimenangkan The Reds 3-0 ini. Mereka bukan marah karena timnya kalah, melainkan karena terprovokasi dengan teriakan penonton Millwall berkaitan dengan insiden Hillsborough tahun 1989. Ketika itu, 96 orang dinyatakan meninggal akibat kerusuhan menjelang laga semifinal Piala FA antara Nottingham Forest dan Liverpool. (mel/)











































