Musim lalu tak ada yang memungkiri bahwa Tottenham Hotspur dan Gareth Bale adalah lawan yang tangguh. Musim ini tampak bakal sama namun apakah Lilywhites mampu menghilang "penyakit" yang bernama inkonsistensi?
Punya "monster" bernama Bale, laju Spurs musim lalu begitu ciamik sedari awal musim di mana mereka sempat berada di posisi tiga besar untu waktu yang cukup. Setengah musim berjalan para pemain serta manajer Andre Villas-Boas mulai pede untuk bicara trofi Premier League.
Tapi begitu memasuki tahun 2013 tiba-tiba penampilan Spurs menurun dan akhirnya ketika musim berakhir mereka kalah bersaing dari rival sekotanya, Arsenal, yang finis di posisi empat besar dengan keunggulan satu poin dibanding Spurs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Bale bermain buruk maka Spurs pun bermain buruk karena tak ada lagi pemain lain yang mampu memberi perbedaan. Selain itu inkosistensi penampilan juga jadi alasan lain mengapa penghuni White Hart Lane itu menukik penampilannya.
Spurs langsung pun berbenah menyambut musim 2013/2014 demi menghindari terulangnya hal yang sama. Salah satu indikasinya terlihat dari besaran dana yang sudah dikeluarkan di bursa transfer.
Dengan Manchester City di posisi pertama tim terboros dengan 97,7 juta poundsterling, Spurs ada di posisi kedua dengan 51 juta pound yang sudah dikeluarkan oleh bos mereka, Daniel Levy.
Pembelian Paulinho untuk memperkuat lini tengah dilanjutkan dengan Roberto Soldado, yang bakal jadi juru gedor anyar Spurs mengingat Emmanuel Adebayor dan Jermain Defoe yang angin-anginan musim lalu.
Tak cukup hanya dua pemain itu, Spurs juga baru saja menuntaskan satu transfer dari Liga Prancis yakni pemain muda berbakat yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan atau bek, Etienne Capoue. Plus juga ada winger asal Belgia yang diangkut dari Liga Belanda, Nasir Chadli.
Keempat pemain itu akan dipadu padankan dengan Moussa Dembele, Gylfi Sigurdsson, Jan Vertonghen, Aaron Lennon, dan pemain lainnya, tentunya dapat dibayangkan dahsyatnya kekuatan Spurs bukan?
Jangan heran jika Spurs disebut-sebut bakal jadi penantang untuk duo Manchester dan Chelsea sebagai kandidat utama peraih gelar juara. Tapi di balik aksi positif Spurs di bursa transfer juga terselip kekhawatiran akan nasib Bale.
Sudah jadi rahasia umum bahwa Bale saat ini tengah gencar diincar Real Madrid dan meskipun Spurs berkali-kali menolak, tapi Madrid enggan menyerah. Bahkan kabar terbaru menyebut Bale sudah tak ingin lagi berseragam Spurs dan segera ingin pindah ke Spanyol.
Belum lagi penampilan mereka di pramusim terlihat belum ciamik dan ketergantungan pada Bale begitu besar. Mereka hanya bisa meraih kemenangan atas tim-tim seperti South China, Chemsford City, dan Cambridge City.
Tapi mereka kalah melawan tim-tim yang levelnya nyaris setara seperti Monaco, Sunderland, dan bahkan hanya imbang dengan Espanyol serta kalah dari MK Dons.
Jika saja masalah Bale mampu diatasi dengan baik dan para pemain baru cepat menyatu dengan tim plus penyakit inkonsistensi menghilang, Spurs boleh menggantungkan asa setinggi-tingginya untuk bisa meraih titel Premier League.
Namun, jika yang ada malah kebalikannya maka siap-siap saja fans Spurs gigit jari lagi melihat timnya gagal meraih tiket ke Liga Champions musim ini.
Pembelian Tottenham Hotspur
Paulinho
Naser Chadli
Roberto Soldado
Etienne Capoue
Hasil Pramusim Tottenham Hotspur
Spurs vs Jamaika 0-0
Spurs vs Swindon Town 1-1
Spurs vs Kingstonian 4-0
Spurs vs Colchester 0-0
Spurs vs Sunderland 1-3
Spurs vs South China 6-0
Spurs vs MK Dons 0-1
Spurs vs Monaco 2-5
Spurs vs Cambridge City 5-0
Spurs vs Enfield Town 11-0
Spurs vs Espanyol 0-0
Spurs vs Chelmsford City 4-1
(mrp/rin)











































