Carragher: Tawar Cabaye, Arsenal Sedang Panik

Carragher: Tawar Cabaye, Arsenal Sedang Panik

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Selasa, 20 Agu 2013 07:11 WIB
Carragher: Tawar Cabaye, Arsenal Sedang Panik
Getty Images/Clive Mason
London -

Jamie Carragher menyebut tindakan Arsenal menawar Yohan Cabaye sebagai perwujudan dari kepanikan. Jika tidak, mengapa Arsene Wenger tidak menawarnya dua bulan lalu?

Seperti diberitakan sebelumnya, Arsenal mengajukan tawaran sebesar 10 juta poundsterling (sekitar Rp 164 miliar). Tapi, tawaran itu langsung ditampik oleh kubu Newcastle United.

Newcastle setidaknya menginginkan tawaran nyaris mendekati 20 juta pounds untuk gelandang asal Prancis tersebut. Cabaye sendiri adalah pemain penting bagi Newcastle dan masih punya sisa kontrak tiga tahun lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa yang bisa saya pastikan adalah, sebelum pertandingan, kami mendapatkan tawaran yang kami pikir tidak bisa diterima," kata Manajer Newcastle Alan Pardew di Sky Sports.

Arsenal sebelumnya dikabarkan mengincar beberapa pemain, mereka di antaranya adalah Gonzalo Higuain, Luis Suarez, dan Luiz Gustavo. Higuain kemudian memilih untuk bergabung dengan Napoli, Gustavo memilih Wolfsburg, sementara Suarez tidak dilepas Liverpool.

Ada juga kabar yang menyebut bahwa Arsenal juga sempat mengincar Christian Benteke. Tapi, mereka kemudian tidak melanjutkan pengejaran lantaran yakin bisa mendatangkan Suarez. Benteke pun akhirnya memperpanjang kontrak dengan Aston Villa.

"Jika Cabaye benar-benar penting buat Arsenal, saya pikir saat ini pasti mereka sudah mendapatkannya. Bagi saya, penawaran mereka saat ini seperti sebuah rasa panik," ujar Carragher yang sekarang bekerja sebagai komentator untuk Sky Sports.

"Jika Arsene Wenger benar-benar tertarik dan benar-benar menginginkan Cabaye, kenapa tidak membelinya dua bulan lalu? Apa yang dia tunggu?"

Carragher menyebut bahwa panic buying bukanlah hal yang baru di Arsenal. Dia menunjukkan contoh beberapa musim lalu ketika mereka membeli Per Mertesacker, Mikel Arteta, dan Andre Santos menjelang penutupan bursa transfer.

"Ini seperti beberapa musim lalu ketika mereka membeli Mikel Arteta, Per Mertesacker, dan Santos. Santos menjadi bencana buat mereka dan Mertesacker tidak bagus menurut saya, meski Arteta akhirnya terbukti oke."

"Ketika Anda bersikap panik di bursa transfer menjelang penutupan, jelas Anda tidak akan mendapatkan apa yang Anda inginkan," kata Carragher.

(roz/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads