Mourinho kali pertama datang ke Chelsea pada tahun 2004 lalu. Sebelum hijrah pada tahun 2007, ia sudah mempersembahkan dua gelar Liga Primer, satu Piala FA, dua titel Piala Liga Inggris, dan satu trofi Community Shield.
Menilik gelar-gelar tersebut, terlebih membandingkannya dengan singkatnya kurun waktunya, Mourinho jelas amat berprestasi di Chelsea. Bukan cuma di klub itu, ia pun selalu mampu mencatatkan kesuksesan di klub-klub yang pernah ia tangani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat bicara ke banyak pemain yang sudah pernah bermain di bawah arahannya dan cuma mendengar hal-hal bagus. Responsnya selalu sama: Anda akan gembira bermain di bawah arahan Mourinho," lanjutnya.
Musim panas ini Mourinho memutuskan kembali menangani Chelsea. Untuk sebagian kalangan, langkah ini dipertanyakan mengingat tak sedikit pelatih yang menemui kegagalan setelah sebelumnya meraih sukses besar di bekas klub yang pernah ia besut. Tapi Carragher, yang sudah pensiun bermain dan kini menjadi pengamat dan komentator, yakin Mourinho akan sukses lagi.
"Sering dikatakan bahwa Anda tak usah kembali ke tempat di mana Anda sebelumnya meraih sukses besar. Bisakah daya magis itu diciptakan ulang? Aku tumbuh mendukung Everton dan ingat periode kedua dan ketiga Howard Kendall. Dari juara (1987), Everton nyaris terdegradasi (1998)."
"Tentu saja ada contoh-contoh sukses kembalinya figur-figur pahlawan itu. Jupp Heynckes mengantar Bayern Munich ke treble musim lalu, misalnya. Tapi pada nyatanya ketika seseorang kembali, cuma ada sedikit yang bisa diraih dan lebih banyak potensi ruginya."
"Itu adalah sebuah perjudian, tapi aku meyakini 'perjudian' yang sudah diambil Mourinho akan berhasil," prediksi Carragher.
(krs/krs)










































