Bisa jadi ini laga besar yang terlalu awal. Tapi, apa mau dikata, Manchester United dan Chelsea, juga David Moyes dan Jose Mourinho, sudah harus berhadapan.
"Ini adalah hari yang besar buat saya, tapi ini hanya bagian dari pekerjaan saya di Manchester United," ujar Moyes di Mirror.
Ucapan itu menunjukkan bahwa Moyes tidak menampik anggapan bahwa laga melawan Chelsea, Selasa (27/8/2013) dinihari WIB, adalah ujian buatnya. Kendati, dia juga tahu bahwa memang itulah risikonya jadi manajer United: selalu jadi sorotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Moyes diangkat menjadi pengganti Sir Alex Ferguson, nama Jose Mourinho sempat muncul jadi kandidat. Tapi, dalam perkembangannya, justru Sir Alex sendiri yang menghubungi dan mengatakan bahwa Moyes-lah yang akan menjadi manajer 'Setan Merah' berikutnya.
Mourinho kemudian memberi selamat dan mengatakan bahwa Moyes memang cocok untuk pekerjaan itu. Beberapa orang kemudian menilai bahwa itu hanyalah psy war dari si 'Special One', mengingat sifat tajam pria asal Portugal itu. Namun, Mourinho membantahnya.
Meski acapkali memuji Moyes, yang namanya Mourinho tetaplah Mourinho. Bukannya tidak pernah dia mengomentari United, malah sebaliknya pernah-pernah saja. Ada kalanya dia menyebut bahwa musim kemarin United juara lantaran tim-tim lain sedang mengalami musim yang buruk.
Ucapan Mourinho itu langsung mendapatkan jawaban dari Moyes. "United layak jadi juara. Berapa selisih poinnya? 11 poin?"
Pada lain kesempatan, Moyes malah balas memuji Mourinho. Dia mengatakan bahwa Mourinho sebenarnya sangat cocok untuk menjadi pengganti Sir Alex. Ada anggapan bahwa ucapan Moyes ini adalah sindiran halus --karena faktanya justru dirinyalah yang menjadi suksesor Sir Alex.
"Dari semua manajer muda di era modern, Jose mungkin yang terbaik. Dia jelas sangat cocok untuk menempati semua pekerjaan-pekerjaan top."
Selesai? Belum. Belakangan Mourinho kembali menyerang dengan menggunakan Wayne Rooney sebagai alat. Dia mengungkit-ungkit ucapan Moyes yang mengatakan bahwa Rooney akan dibutuhkan jika Robin van Persie cedera. Dalam ucapannya, Mourinho menyebut bahwa wajar saja Rooney ingin hengkang, sebab pemain mana yang mau jadi pilihan kedua?
"Kami jelas sedang mengincar pemain yang akan dijadikan pilihan kedua manajernya. Kami tidak ingin membeli Van Persie. Mereka tidak perlu menyerang saya. Jika saya bilang bahwa Ramires adalah pilihan kedua dan dia bermain ketika Lampard lelah atau cedera, tidak bakal ada yang kecewa ketika ada klub yang coba mendapatkan Ramires," ucap Mourinho Guardian.
"Tentu saja (itu salah Moyes jika Rooney ingin hengkang)," lanjutnya.
Menarik untuk dinanti bagaimana hasil laga di Old Trafford dinihari nanti. Yang juga tak kalah menarik, tentunya, adalah melihat seperti apa rivalitas antara Moyes dan Mourinho nantinya. Dulu, Sir Alex pernah terlibat psy war serupa, tapi ujung-ujungnya kedua manajer malah saling respek.
Sementara itu, Moyes dan United juga tidak boleh melupakan bahwa Mourinho punya rekor jika menghadapi United.
Saat masih ditangani Sir Alex, United sudah sudah 16 kali berduel dengan tim-tim yang ditangani Mourinho mulai dari FC Porto, Chelsea, Inter Milan, sampai Real Madrid.
Cuma dua kali United mampu mengalahkan Mourinho yakni saat menaklukkan Chelsea 1-0 (6 November 2005) dan Inter Milan (leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2008/2009). Tujuh laga lainnya berakhir imbang.
Berapa total jumlah kemenangan Mourinho? Terakhir saat membawa Madrid menang 2-1 di Old Trafford Februari lalu pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Mourinho sudah mengumpulkan tujuh kemenangan.
(roz/a2s)











































