Oezil sempat dispekulasikan masa depannya di Madrid seiring ia ditarik keluar di dua pertandingan awal di La Liga dan memperlihatkan gestur tak senang. Di laga ketiga ia bahkan sama sekali tak diturunkan oleh Carlo Ancelotti.
Ini kemudian yang memunculkan rumor bahwa Oezil akan dilego oleh Madrid dan beberapa klub Eropa langsung mengantri tanda tangannya seperti Manchester United, Paris St Germain, dan Arsenal. Apalagi Madrid baru saja mendatangkan Gareth Bale dan sebelumnya Isco, yang bisa mengancam posisi Oezil di tim inti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa pada akhirnya Oezil memilih Arsenal? Soal ini, Oezil menyebut sosok Wenger sebagai pihak yang paling bisa meyakinkan dirinya bangkit dari keterpurukan pasca masa depannya digonjang-ganjingkan saat ini.
"Usai pembicaraan panjang lewat telepon dengan Arsene Wenger, aku sadar ada yang hilang dari diriku -- kepercayaan diri penuh," ujar Oezil kepada Bild seperti dikutip Football Espana.
"Apakah kepindahan ini berarti sebuah kontinuitas, penyesalan atau peningkatan? Jelas ini sebuah peningkatan dalam karier. Aku tidak pernah akan kabur dari masalah dan tidak pernah menolak perubahan," sambungnya.
"Ayahku dan aku yang memutuskan ini sendiri," demikian pemain yang akan mengenakan nomor punggung 11 di Arsenal itu.
(mrp/mfi)











































