'Flamini Sama Pentingnya dengan Oezil'

'Flamini Sama Pentingnya dengan Oezil'

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 24 Sep 2013 15:29 WIB
Flamini Sama Pentingnya dengan Oezil
Getty Images
London - Di Arsenal, sorotan ekstra positif kini sedang terarah ke rekrutan baru Mesut Oezil. Padahal Mathieu Flamini yang musim panas ini kembali ke Arsenal juga disebut berperan sama besarnya.

Oezil dan Flamini menjadi rekrutan Arsenal di musim panas. Ini merupakan periode kedua Flamini di Emirates Stadium setelah sebelumnya bermain pada 2004-2008. Ia sempat mencicipi Seri A bersama AC Milan sebelum memutuskan kembali ke Inggris.

Sementara Oezil yang diboyong dari Real Madrid telah menjadi idola baru di Arsenal. Dari tiga laga yang telah dilalui, Oezil membukukan tiga assist, sebuah catatan yang tak terlalu mengejutkan mengingat ia juga jadi "Raja Assist" di Madrid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Performa tersebut membuat berbagai pihak mengarahkan pujian pada Oezil. Namun pemain legendaris Arsenal Alan Smith menilai bahwa seharusnya Flamini mendapatkan kredit yang sama.

"Dia tidak berharga 42 juta pounds, dia tidak bisa mengubah laga dengan sebuah sontekan cerdik, dan tidak akan pernah ada kerumunan penonton berkumpul di luar stadion untuk berpose dengan seragam bertuliskan namanya. Meski demikian, Flamini sama berharganya untuk tim seperti Oezil, pemain bintang yang telah menimbulkan banyak gairah di Arsenal," kata Smith kepada The Telegraph dan dikutip Sportsmole.

"Ya, Oezil memang punya kendali atas tiga gol melawan Stoke City, dengan tendangan pojoknya yang akurat dan tendangan bebasnya. Sangat mudah untuk mengagumi talenta seperti itu, meski masih ada banyak hal yang bakal datang dari 'si Jerman kecil'."

"Tapi sepakbola adalah tentang keseimbangan dan perlawanan, tentang melakukan pekerjaan kotor sekaligus meraih kejayaan. Dalam hal ini Flamini sangatlah cocok karena dia memang tipe pejuang keras."

"Anda bisa melihat itu dari bahasa tubuhnya. Pemain Prancis ini suka dengan tugasnya saat ini yang menuntutnya untuk berdiri di depan empat bek dengan tenang, melakukan tekel satu kaki atau dua kaki, untuk menutup pergerakan seorang pelari, di mana secara umum bertindak sebagai tameng hidup. Dia adalah tipe pekerja keras, yang tak pernah berhenti berlari ataupun berbicara," papar pemain Arsenal periode 1987-1995 itu.




(raw/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads