Gustavo Poyet santer disebut-sebut menjadi salah satu kandidat manajer Sunderland. Dia pun mengaku bersedia untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Paolo Di Canio sejak empat hari yang lalu.
Di bawah asuhan Di Canio, The Black Cats mengalami start buruk musim ini. Sunderland cuma memetik satu poin dari lima laga yang sudah dilakoni di Liga Inggris, hingga menduduki posisi dasar klasemen.
Tak puas dengan hasil yang diraih oleh Sunderland itu, para petinggi klub pun memilih memecat Di Canio. Padahal Italiano itu baru ditunjuk melatih Sunderland pada bulan Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa nama lantas dispekulasikan menjadi penganti Di Canio di Sunderland. Poyet, Roberto Di Matteo, Steve McClaren, Tony Pulis, Sean Dyche, sampai Gianfranco Zola disebut-sebut menjadi kandidatnya.
Dari sekian banyak kandidat itu, Sunderland santer dikabarkan menjatuhkan pilihan pada Poyet. Atas kabar itu, Poyet yang sudah menganggur usai meninggalkan Brighton & Hove Albion pada 23 Juni lalu pun mengungkapkan kesediaannya.
βKeberuntungan buat saya untuk bisa menjadi manajer di Sunderland. Saya menantikannya. Sangat gugup,β kata Poyet kepada Sky Sport.
βSejak awal musim ini, saya memantau pertandingan semua tim yang mungkin saja memanggil saya jika klub mereka tak berjalan dengan baik,β imbuhnya.
Selama belum menemukan manajer baru, untuk sementara Sunderland menunjuk pelatih tim Akademi Kevin Ball untuk mengemban tugas sebagai caretaker.
(fem/cas)











































