Opini itu dilontarkan Barton dalam sebuah diskusi mengenai cara menambah jumlah pemain lokal untuk unjuk gigi di kancah Premier League, setelah Chairman FA Greg Dyke menyusun sebuah komisi untuk menelaah secara khusus masalah tersebut.
Di kompetisi teratas Inggris saat ini disebutkan cuma ada sekitar 30% di antaranya yang bisa dipanggil oleh timnas. Jumlah itu dinyatakan sebagai persentase yang terendah di antara lima liga top di Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menyerahkan pemain-pemain bagus ke para pelatih medioker, karena kita tidak mengembangkan pelatih," kata Barton seperti dikutip AFP.
"Kita tidak menghormati para pelatih. Kita menghormati manajer, kita mencintai manajer--semua orang mencintai Alex Ferguson. Aku di sini bukan untuk menjelek-jelekkan Fergie--manajer hebat, ikon, dan puncak dari manajer-manajer Inggris--tapi ia tidak mampu melatih."
"Aku sudah bicara kepada sejumlah orang. Ia bahkan tak bisa memasang cone (kerucut latihan). Ia bukanlah seorang pelatih, ia seorang manajer. Itulah bedanya. Ada perbedaan yang amat besar antara seorang pelatih dan seorang manajer."
"Fergie adalah seorang manajer hebat. Tetapi ia selalu memiliki pelatih-pelatih hebat (di sisinya) karena ia tidak bisa melatih," papar Barton.
(krs/nds)











































