Bahkan para pemain Inggris sendiri geleng-geleng kepala mengikuti sebuah pemberitaan yang menjengkelkan, tentang sebuah istilah yang dipakai Roy Hodgson di dressing room untuk Andros Townsend.
"Melihat berita tentang Roy tadi pagi. Dia tidak salah apa-apa. Ini konyol." Begitu Wayne Rooney sampai harus berkomentar melalui akun twitter-nya.
Pemain yang bersangkutan itu sendiri, Townsend, juga merasa heran dengan maksud pemberitaan tersebut. Juga lewat twitter dia berucap kira-kira seperti ini: "Apa-apaan sih. Dia sama sekali tidak menyinggung, dan memang tidak ada yang tersinggung. Ini tidak layak jadi berita!”"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entah siapa yang membocorkan, saat turun minum di dressing room, Hodgson memberi instruksi kepada Chris Smalling yang bermain di posisi bek kanan, supaya lebih sering mengoper bola kepada Townsend di sayap kanan. Instruksi itu memakai istilah "feed the monkey".
Kemudian muncullah berita-berita di Inggris bahwa Hodgson telah mengucapkan kata-kata rasis kepada winger Tottenham Hotspur itu. Hodgson pun membuat klarifikasi sekaligus permintaan maaf. Dia bilang, dia sampai dua kali menjelaskan ucapannya itu kepada Townsend.
Townsend bahkan membela atasannya itu. "Dia cuma memerintahkan para pemain untuk sering memberiku bola. Bagiku itu justru sebuah pujian. Orang-orang mestinya fokus pada Inggris yang lolos ke Brasil, bukannya berita-berita ngawur kayak begini!"
Arsene Wenger juga bersimpati pada Hodgson. Manajer Arsenal asal Prancis itu mengingatkan bahwa situasi semacam ini sering harus dihadapi para pelatih/manajer.
"Kadang-kadang Anda ngomong dengan kata-kata yang secara politik tidak tepat, dan itu bisa terjadi pada setiap manajer," ujarnya.
"Kita bisa keluar jalur sedikit di saat turun minum, karena memang situasinya emosional. Banyak gelora dan upaha di sana. Tapi semua itu 'kan seharusnya tidak sampai keluar dari dressing room."
'Feed the Monkey' sesungguhnya sebuah istilah dari anekdot yang populer di Amerika Serikat, dari kalangan badan antariksa NASA. Anekdot itu kira-kira begini:
Suatu ketika NASA memutuskan mengirim seseorang ke luar angkasa, setelah di misi-misi sebelumnya hanya mengutus monyet. Lalu, bergabunglah dua spesies itu di pesawat ulang alik.
Dalam komunikasinya, NASA lebih sering menyuruh si monyet yang (lincah dan cekatan) itu untuk melakukan berbagai pekerjaan. "Hei monyet, nyalakan roketnya". "Hei monyet, coba itu periksa bahan bakarnya". "Hei monyet, cek ini-itu."
Si astronot lalu bertanya kepada NASA. "Kapan aku harus melakukan sesuatu?"
Dijawab, "15 menit lagi. Feed the monkey (kasih makan itu monyet—Red)."
(a2s/fem)










































