Hart memang sedang memasuki masa-masa kurang menyenangkan. Untuk kesekian kalinya kualitas Hart dipertanyakan. Kejadian itu dipicu kekalahan City 1-3 di tangan Bayern Munich pada Liga Champions (2/10/2013). Torehan itu merupakan lanjutan hasil buruk City kalah dari Aston Villa 2-3 sebelumnya.
Di dua laga itu Hart dinilai tak tampil dalam bentuk terbaiknya dan melakukan blunder yang menyebabkan kekalahan untuk timnya. Sebelumnya saat menghadapi Cardiff City, Hart juga dianggap biang kekalahan timnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dua laga kualifikasi itu, Hart boleh dibilang tampil prima dan hanya kebobolan satu gol saat bertemu Montenegro.
"Saya rasa dua pertandingan itu sangat penting buat dia. Dia berada pada momen buruk sebelum tampil di dua laga tersebut. Dengan penampilannya itu, dia mampu menunjukkan sebagai pribadi yang tangguh di waktu yang tidak menyenangkan," ujar Pellegrini kepada Sky Sports.
"Saya berharap dia bisa meningkatkan penampilan dengan meyakinkan dan kami semua percaya kepadanya," sambung eks pelatih Malaga dan Real Madrid itu.
Dilanjutkan Pellegrini, momentum kebangkitan Hart sudah terjadi sebelum membela Inggris yakni ketika City menang 3-1 atas Everton. Meski sempat kebobolan gol "mudah" Romelu Lukaku, Hart tak goyah dan mampu tampil baik.
"Tentu saja, karena pertandingan itu sangat tidak mudah bagi Hart. Saya yakin saya membuat keputusan tepat untuk tetap memilihnya dan Joe menunjukkan kepada saya bahwa keputusan itu benar adanya," kata dia.
"Itu semua hasil kerja semua orang - fans, pemain lain, dan juga staff pelatih. Kami semua bersamanya ketika ia dalam masa-masa sulit," demikian Pellegrini.
(fem/mrp)










































