Berlimpahnya pemain berkualitas di Tottenham Hotspur membuat persaingan antar pemain menjadi sangat ketat. Hal ini diakui oleh sang manajer, Andre Villas-Boas, yang sampai harus mengorbankan Emmanuel Adebayor.
Kehilangan Gareth Bale musim panas ini, Spurs justru kedatangan banyak pemain top dimulai dari Naser Chadli, Paulinho, Roberto Soldado, Christian Eriksen, dan Erik Lamela.
Kedatangan sejumlah pemain itu sudah menambah sesak stok pemain berkualitas di kubu London Utara itu. Maka wajar jika sampai delapan pekan berlalu di Liga Inggris, Villas-Boas kerap melakukan rotasi khususnya di pos tiga gelandang serang di belakang striker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan striker sekelas Adebayor yang merupakan topskorer tim dua musim lalu harus tersingkir ke tim reserve dan belum mencicipi satu pun pertandingan di tim senior.
"Mereka (Adebayor dan Lennon) butuh kesempatan atau pelaung untuk bermain. Mereka berharga untuk skuat ini dan merupakan pemain berkualitas. Perbedaannya dari musim lalu adalah kompetisinya kini lebih ketat," tutur Villas-Boas di Sky Sports.
"Musim lalu kami tidak bisa banyak merotasi skuat untuk kompetisi ini (Liga Europa) seperti yang kami lakukan sejauh ini. Ini bisa dilakukan karena berlimpahnya pemain bertalenta di skuat kami," lanjutnya.
"Kami bisa melakukan enam atau tujuh perubahan, di mana itu bisa menjaga pemain tetap bugar dan termotivasi," paparnya.
"Selalu ada kesempatan untuk mereka masuk ke tim ini, meskipun para pemain itu sudah lama ada di tim ini dan meraih sukses sebelumnya," demikian dia.
(mrp/krs)










































