Lucas Leiva, Steven Gerrard, dan Jordan Henderson bisa jadi akan memegang peranan penting ketika Liverpool menghadapi Arsenal akhir pekan ini. Bagaimana cara Brendan Rodgers memaksimalkan peran mereka?
Rodgers menyebut bahwa laga di Emirates Stadium, Minggu (3/11/2013), akan menjadi laga pembuktian, apakah Liverpool layak untuk jadi penantang menuju gelar juara atau tidak.
Rodgers, tentunya, tidak akan melepas pertandingan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rodgers punya cara. Dan cara itu adalah mengandalkan trio Lucas-Gerrard-Henderson yang disebutnya sebagai sebuah 'segitiga'.
Beberapa highlight dari performa bagus ketiganya adalah ketika mengalahkan Manchester United 1-0 dan West Bromwich 4-1. Pada laga melawan United, Lucas dan Gerrard mendominasi lini tengah sebagai duet. Sementara pada laga melawan West Brom, Rodgers sedikit mengulik segitiga itu dengan membiarkan Lucas sendirian di depan empat bek dan mendorong Gerrard-Henderson lebih maju.
"Ketika Anda bermain dengan dua pengontrol, Anda tidak akan bisa meng-cover luas lapangan dengan baik," ujarnya seperti dilansir Sky Sports.
Pengontrol yang dimaksud pria asal Irlandia Utara itu adalah dua gelandang yang diplot berdiri di depan barisan pertahanan. Rodgers menilai, bermain dengan satu pengontrol dan mendorong dua gelandang tengah lainnya lebih maju, Liverpool bisa tampil lebih menekan.
"Jika Anda membalik segitiga itu dan hanya bermain dengan satu pengontrol, dan mendorong dua lainnya lebih maju, mereka bisa menekan lebih baik," tambahnya.
Jika Gerrard dan Henderson diplot untuk bermain lebih maju, maka tantangan akan ada pada diri Ramsey dan Mikel Arteta. Ramsey belakangan cukup oke ketika bermain lebih ke depan dan bergerak di sekitar area pertahanan lawan. Namun, ketika dimainkan lebih mundur, dia rentan melakukan kesalahan. Salah satu contohnya adalah ketika dia kehilangan bola pada laga melawan Borussia Dortmund di Liga Champions.
Pada laga melawan Chelsea di Piala Liga Inggris, Ramsey dimainkan sebagai duet gelandang tengah bersama Wilshere. Sementara, trio di belakang penyerang diserahkan kepada Cazorla-Tomas Rosicky-Ryo Miyaichi (yang kemudian digantikan oleh Oezil). Hasilnya, Arsenal bermain lebih cair, namun tidak mampu membongkar permainan Chelsea yang begitu statis.
(roz/din)











































