Ferguson Tolak BBC Selamanya
Selasa, 23 Nov 2004 12:37 WIB
Jakarta - Merasa tersinggung dalam sebuah pemberitaan yang menyangkut dirinya, Sir Alex Ferguson menolak berbicara atau diwawancara oleh BBC untuk selamanya. Tak senang atas dokumenter yang dibuat BBC di awal musim, manajer Manchaster United ini akhirnya benar-benar memutuskan memboikot BBC. Dilansir Guardian, Selasa (23/11/2004), dokumentasi yang membuat berang Ferguson sendiri adalah menyangkut masalah bisnis yang melibatkan putranya, Jason Ferguson dan United. Di dalam tayangan itu, BBC lewat reporternya Alex Millar mengungkapkan kalau kebanyakan pemain utama United ditangani oleh agensi yang dimiliki Jason Ferguson. Tak pelak tersirat kalau Ferguson diduga merekomendasikan kepada pemain muda untuk ditangani oleh anaknya, alias adanya nepotisme. Digosipkan seperti itu Ferguson tentu naik darah. Sejak awal musim ia menolak berbicara dengan BBC dan kini kepada kepala bagian pemberitaan sepakbola BBC, Niall Sloane, Ferguson menyatakan tak akan pernah berbicara dengan media itu tanpa mempedulikan kontribusi BBC pada pertandingannya. Sebelumnya Ferguson memang dikenal sebagai pribadi yang akan langsung memboikot surat kabar atau media jika ada pemberitaan yang kurang enak di hatinya. Sloane tadinya menyangka seiring waktu Ferguson akan melupakan pemberitaan waktu itu, namun nyatanya tidak. BBC sendiri segera mengambil langkah menyurati Asosiasi Pelatih Liga untuk menengahi masalah ini. Tetapi sayang sekali asosiasi ini mengaku tidak bisa melakukan apapun atas masalah itu. Tampaknya nasib BBC kurang seberuntung Sky Sports. Media ini pernah mengalami masalah yang sama dengan Ferguson di akhir musim tahun lalu. Saat itu Sky menspekulasi atas ditransfernya David Beckham ke Real Madrid. Namun tiga minggu di awal musim baru, Ferguson mau berbaikan dengan Sky dan bersedia diwawancara. Ego Ferguson yang tinggi adalah hal normal bagi para media, bahkan ia satu-satunya pelatih di Liga Inggris yang menolak adanya jumpa pers setelah pertandingan. Satu-satunya momen ia bersedia seperti itu hanyalah saat digelar pertandingan liga Champions yang digawangi UEFA. (erk/)











































