Cuma satu clean sheet dari 12 laga terakhir di Premier League membuat barisan belakang Liverpool dkritik. Tapi Simon Mignolet membantah bahwa "benteng" The Reds tak lagi solid.
Mignolet dan barisan pertahanan di depannya sebenarnya mengawali musim dengan melalui tiga laga awal tanpa kebobolan. Tapi dimulai laga melawan Swansea City, gawang Mignolet seperti kian mudah ditembus dan cuma saat melawan Fulham, Liverpool tak kebobolan.
Sebelas laga sisanya kebobolan 18 gol yang membuat mereka jadi tim dengan rekor pertahanan terburuk di tiga besar. Meski demikian Liverpool patut menepuk dada karena setidaknya mereka jadi tim terproduktif kedua setelah Manchester City dengan 34 gol dari 15 pekan berlalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, karena nama-nama di atas bergantian absen maka wajar jika pola tiga bek atau empat bek yang digunakan selalu berubah personilnya dan membuat tim harus beradaptasi lagi.
Terkait hal itu, Mignolet membantah jika pertahanan Liverpool tak lagi solid dan membuat mereka kerap kehilangan angka karena kebobolan gol-gol mudah. Baginya yang terpenting adalah tim menang dan bisa bertahan di papan atas.
"Seluruh pemain yang ada di sini adalah para profesional yang bisa mengatasi masalah itu (cedera di lini pertahanan). Semua bek di sini sangat teroganisir, termotivasi, dan berkonsentrasi penuh," ujar Mignolet di Fox Sports Asia.
"Kami hanya harus melakukan tugas kami dengan baik. Bagi saya sebagai kiper tak masalah siapapun yang bermain di depan saya," sambungnya.
"Saya berlatih setiap hari bersama para pemain itu. Saya tahu apa yang bisa mereka lakukan dan pergantian pemain bertahan tidak berdampak apapun pada saya."
"Anda ingin tetap clean sheets -- itulah mengapa saya ada di sini -- tapi Anda cuma bagian dari sebuah tim. Itulah yang Anda lihat sebelum pertandingan dimulai, tapi jika kami tetap terus menang 4-1 hingga akhir musim ini, saya akan sangat senang."
"Hal terpenting adalah coba terus memenangi pertandingan," demikian dia.
(mrp/roz)











































