Liverpool tengah panas-panasnya musim ini dan terbukti mereka ada di puncak klasemen saat ini. Tapi segenap pasukan 'Merseyside Merah' merasa titel juara memang masih jauh dari genggaman mereka.
Tak seperti musim-musim sebelumnya, Liverpool kali ini boleh jadi bikin kejuta dengan ada di papan atas. Tak banyak melakukan pembelian musim panas lalu, The Reds bermodalkan kesolidan skuat dan juga Luis Suarez menorehkan sejumlah hasil positif.
Empat kemenangan beruntun yang dikumpulkan bulan ini membuat Liverpool kini memuncaki klasemen Premier League dengan 36 poin dari 17 laganya, unggul satu angka dari Manchester City dan Arsenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi fakta yang ada tak membuat Liverpool jemawa karena sejak awal musim ini fokus mereka adalah bisa finis empat besar dan lolos ke Liga Champions, kompetisi yang sudah empat tahun tak mereka ikuti.
Jika memang The Reds kini tengah bagus-bagusnya, sang manajer Brendan Rodgers hanya ingin timnya bisa mempertahankan konsistensi permainan mereka.
"Kami akan biarkan orang-orang membicarakan soal kami. Kami hanya berkonsentrasi untuk memperbaiki penampilan serta level permainan kami," tutur Rodgers di Soccerway.
"Orang-orang akan berbicara soal baik dan buruknya kami. Ini tak akan mempengaruhi kami. Kami hanya fokus pada permainan kami saja," sambungnya.
"Terlalu dini untuk bilang (bahwa kami bisa memenangi titel juara). Penting untuk memenangi laga selanjutnya. Kami tampil sangat baik di kandang," timpal Luis Suarez.
Boleh jadi Liverpool enggan jemawa terkait rekor buruk mereka saat memuncaki klasemen menjelang hari Natal. Dari empat kesempatan, cuma sekali The Anfield Gank tuntaskan musim sebagai yakni 1987/1988.
Sementara tiga lainnya berakhir kegagalan yakni di musim 1990/1991, 1996/1997, dan 2008/2009. Di musim 08/09, mereka kalah bersaing dari Manchester United yang jadi juara. Demikian dilansir Infostrada.
(mrp/raw)










































