Sebelum melawan Liverpool pada Jumat (27/12/2013) dinihari WIB, City memang punya modal bagus berupa delapan kemenangan pada delapan pertandingan di Etihad Stadium musim ini. Tapi, Liverpool juga bukan lawan sembarangan karena mereka sebelumnya merupakan tim pemuncak klasemen.
Yang lebih mengkhawatirkan buat City, Liverpool datang dengan membawa Luis Suarez, seorang pemain depan yang sedang dan on fire dan menjadi top skorer Premier League.
Karakter City benar-benar diuji ketika pada menit ke-24 mereka tertinggal oleh gol Philippe Coutinho. Inilah kali pertama The Citizens kebobolan lebih dulu dalam sebuah pertandingan kandang di Premier League musim ini.
Tapi, City menunjukkan apa yang ingin dilihat oleh Pellegrini. Hanya berselang tujuh menit setelah kebobolan, City bisa menyamakan skor lewat sang kapten, Vincent Kompany.
City kemudian bisa membalikkan keadaan, beberapa saat menjelang turun minum. Tembakan Alvaro Negredo tak mampu dihentikan secara sempurna oleh kiper Liverpool, Simon Mignolet. Bola tetap bergulir ke dalam gawang dan City memimpin 2-1. Gol Negredo ternyata menjadi gol terakhir pada pertandingan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka akan unggul empat poin di depan kami kalau mereka menang. Jadi, saya sangat gembira," aku manajer asal Chile ini.
"Penting bahwa kami menunjukkan karakter untuk bangkit dari ketertinggalan dan memenangi pertandingan. Tidak gampang ketika Anda menghadapi tim yang menyulitkan, khususnya dalam serangan balik, dan Anda sedang tertinggal 0-1. Gampang untuk meninggalkan ruang dan memberikan jarak, tapi kami tampil sangat baik," bebernya.
Berkat kemenangan atas Liverpool, City kini menduduki posisi kedua di klasemen sementara Premier League. Mereka punya 38 poin dari 18 partai, terpaut satu poin dari Arsenal yang ada di atasnya.
(mfi/mrp)











































