Beberapa waktu lalu, Hart sempat kehilangan statusnya sebagai kiper nomor satu City. Gara-gara membuat kesalahan pada sejumlah pertandingan, dia digusur ke bangku cadangan dan posisinya di bawah mistar diambil alih oleh Costel Pantilimon.
Tapi, pada tiga laga terakhir yang dijalani City, Hart selalu diturunkan oleh manajer Manuel Pellegrini. Kiper berusia 26 tahun itu tak menyia-nyiakan kesempatan yang didapatnya dan tampil memuaskan.
Hart menunjukkan performa oke saat City mengalahkan Liverpool 2-1, Kamis (26/12/2013) lalu. Dia membuat beberapa penyelamatan bagus pada laga tersebut, temasuk saat menghentikan tembakan Philippe Coutinho dari dalam kotak penalti.
Hart kembali tampil prima pada laga melawan Crystal Palace, Sabtu (28/12), saat City menang tipis 1-0. Dia bukan hanya mencatat clean sheet, tapi juga terpilih sebagai man of the match. Padahal, kantung matanya terluka pada laga tersebut akibat tabrakan dengan Cameron Jerome.
"Saya melakukan apa yang saya pikir terbaik untuk tim dan Joe Hart," ujar Pellegrini soal keputusannya mencadangkan Hart beberapa waktu lalu, seperti dikutip Sky Sports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pellegrini juga memuji reaksi yang ditunjukkan oleh Hart setelah pemain yang bersangkutan jadi cadangan.
"Mungkin beberapa pemain lain akan bereaksi dalam cara yang buruk. Tapi, dia selalu bereaksi dalam cara yang sangat bagus," tuturnya.
"Itulah kenapa dia telah kembali dalam performa yang sangat bagus," kata mantan pelatih Malaga dan Real Madrid ini.
"Dia adalah kiper terbaik di Inggris, seorang kiper untuk tim besar, dan dia membuat penyelamatan-penyelamatan penting. Itu normal untuknya dan itulah kenapa dia nomor satu di Inggris," ujar Pellegrini.
(mfi/din)











































