Tanpa pengalaman melatih, Tim Sherwood diserahi tugas menangani Tottenham Hotspur yang tengah "terluka". Siapa sangka sejauh ini hasilnya berjalan mulus-mulus saja untuk Sherwood.
Usai kekalahan telak 0-5 dari Liverpool di White Hart Lane pertengahan Desember lalu, manajemen klub langsung memecat Andre Villas-Boas yang dinilai gagal memenuhi ekspektasi petinggi dan juga fans.
Diberi dana belanja melimpah yang sudah dihabiskan untuk mendatangkan 8 pemain dengan total nilai lebih dari 100 juta poundsterling, Villas-Boas nyatanya tak mampu membentuk tim yang tangguh dan solid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu ditunjuklah Sherwood, eks pemain Spurs tahun 1998 hingga 2003, untuk memegang kendali tim sementara sampai pihak klub menemukan manajer baru. Pertanyaan jelas muncul ketika sosok Sherwood masihlah asing di dunia kepelatihan.
Memang dulunya Sherwood adalah salah satu pesepakbola top di Inggris (saat menjuarai Premier League 1994/1995 bersama Blackburn Rovers), namun ia sama sekali tak punya CV kepelatihan karena selama ini lebih banyak berkutat di jabatan direktur teknik klub dan pelatih tim yunior.
Laga debutnya adalah di babak kelima Piala Liga Inggris, yang berakhir kekalahan 1-2 dari West Ham United. Sungguh debut yang tak diinginkan oleh Sherwood tentunya.
Namun, beberapa hari setelahnya Sherwood mempersembahkan kemenangan pertamanya dengan mengalahkan Southampton 3-2 di kandang lawan. Lalu berlanjut ke laga kandang kontra West Bromwich Albion di Boxing Day, Spurs cuma imbang 1-1.
Sentuhan Sherwood mulai terasa di dua laga terakhir Spurs, yakni saat meremukkan Stoke City tiga gol tanpa balas dan semalam di Old Trafford, The Lilywhites dibawanya menang 2-1 atas empunya stadion, Manchester United.
Sherwood berhasil meneruskan raihan Villas-Boas musim lalu kala menang 3-2 di tempat yang sama dan jadi kemenangan pertama setelah sedekade tak pernah mengalahkan MU.
Dari lima laga yang sudah dilalui Sherwood, Spurs menang tiga kali, kalah sekali, dan imbang sekali. Tak cuma soal perolehan poin di klasemen, namun Sherwood juga bisa mengembalikan kepercayaan diri para pemain.
Coba tengok saja Adebayor yang terpinggirkan di era Villas-Boas, kini striker asal Togo itu sudah membuat tiga gol dan satu assist dari lima laga terakhirnya sejak dipasang sebagai starter berdampingan dengan Roberto Soldado.
Selain itu Sherwood dengan berani mengubah pakem permainan Spurs yang terbiasa dengan 4-2-3-1 menjadi 4-4-2 konvensional, yang boleh dibilang sudah jarang digunakan tim-tim Inggris saat ini.
Kini sentuhan Sherwood akan diuji Arsenal yang jadi lawan mereka di babak ketiga Piala FA akhir pekan ini. Bisakah ia membawa anak asuhnya menyingkirkan rival sekotanya itu?
(mrp/mfi)











































