Manajer Liverpool Brendan Rodgers memuji Aston Villa yang berhasil meredam agresivitas timnya di kandang. Rodgers pun menilai bahwa anak asuhnya bermain terlalu lambat di babak pertama.
Punya modal kemenangan di tiga laga terakhirnya, Liverpool dalam kondisi on fire jelang pertemuan dengan Aston Villa di Anfield, Minggu (19/1/2014) dinihari WIB. Apalagi Luis Suarez tengah on fire dan Daniel Sturridge kembali lagi setelah cedera.
Tapi begitu laga dimulai, Liverpool justru tampil di bawah tekanan dan nyaris selama 40 menit berada di bawah tekanan Villa yang mampu unggul dua gol lebih dulu lewat Andreas Weimann dan Christian Benteke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi sayangnya itu gagal dilakukan Liverpool yang harus puas dengan skor 2-2. Soccernet mencatat bahwa Liverpool menguasai ball possesion dengan 56 persen dan punya 16 tembakan dengan enam gol.
"Saya pikir kami tidak dalam performa terbaik di babak pertama. Anda harus berikan kredit untuk Villa. Mereka bermain dinamis dan kami benar-benar tidak bisa mengembangkan permainan kami. Kami sangat kecewa dengan gol-gol itu," tutur Rodgers seperti dikutip BBC.
"Mereka memainkan formasi berlian yang merepotkan kami. Kami memainkan formasi 4-4-2 yang terlalu fleksibel dan melebar," sambungnya.
"Kami terlalu lambat dan tidak bisa cepat beradaptasi dengan pertandingan."
Dengan tambahan satu poin ini Liverpool memang masih ada di posisi keempat dengan 43 poin tapi riskan disusul Everton, jika mampu mengalahkan West Bromwich Albion Senin malam waktu setempat besok.
"Kami masih mungkin berada di empat besar, karena kami tahu ini akan selalu sulit untuk kami. Saya sudah cukup sering melihat karakter para pemain mampu untuk bisa lebih baik lagi. Kami tidak bisa terus menerus tampil baik," tuntasnya.
(mrp/raw)











































