Bersama rombongan nonton bareng Premier League yang digelar Orange TV untuk para agen dan distributornya, detikSport berkesempatan mengunjungi Stamford Bridge. Seperti banyak stadion di Inggris, markas "Si Biru" ini terletak di tengah wilayah yang padat. Tapi tak seperti Anfield yang dikelilingi perumahan penduduk, The Bridge berada di tengah perkantoran, hotel, dan pemukiman.
Meski terkesan sempit karena terbatas oleh tembok bangunan lain yang ada di sekelilingnya, Stamford Bridge sangat nyaman untuk dikelilingi dengan berjalan kaki. Di tembok-tembok yang menjadi batas dengan bangunan lain terpampang poster besar pemain-pemain The Blues. Gambar terbesar yang ada tentu saja saat John Terry dkk mengangkat trofi Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdiri dari beberapa ruang kecil lain, kamar ganti pemain Chelsea ini berukuran sangat luas kira-kira 20 x 20 meter. Kamar-kamar kecil yang terdapat di ruangan ini adalah kamar pijat, kamar mandi dan kamar yang khusus digunakan Jose Mourinho untuk menginstruksikan taktik pada pemainnya.
Ruang ganti ini dilengkapi beragam fasilitas demi memberikan kenyamanan buat John Terry dkk dari sebelum turun ke lapangan, saat jeda pertandingan hingga setelah laga tuntas. Di balik masing-masing tempat duduk pemain terdapat lemari untuk menyimpan barang-barang pribadi, mulai dari handphone, anting atau gelang juga kunci mobil-mobil sport yang dibawa pemain menuju stadion.
Di seberang ruang ganti terdapat enam matras yang digunakan untuk memijat pemain. Sementara di sebelahnya adalah kamar mandi dengan delapan shower dan satu bathtub. Perlengkapan mandi seperti sabun dan sampo tersedia di masing-masing shower.
Sabun yang dibeli manajemen Chelsea untuk para pemainnya ternyata bukan sabun biasa. Sabun tersebut adalah sabun yang sama yang digunakan keluarga kerajaan di Buckingham Palace.
"Kalau sabun itu bagus untuk keluarga kerajaan, maka itu juga bagus buat pemain Chelsea," cetus pemandu tur Stamford Bridge kami. "Yah, kami memberikan yang terbaik untuk pemain-pemain kami," lanjut dia.
Bukan cuma pemain yang dapat fasilitas berkelas, rumput-rumput Stamford Bridge juga dirawat dengan sangat baik. Saat kami sampai di pinggir lapangan rumput-rumput sedang diberi sinar menggunakan crane beroda. Perawatan ini kerap dilakukan di musim dingin karena matahari sangat jarang muncul di London pada periode tersebut.
"Kami harus melakukannya karena cuaca buruk dan tidak ada matahari yang bersinar. Apalagi kali ini musim dingin bertahan lama," lanjut si pemandu tur.
Tur kami di Stamford Bridge berakhir di toko merchandise. Sama seperti saat berkunjung ke Anfield dan Emirates Stadium, beragam atribut sepakbola sampai perlengkapan kantor berlogo Chelsea bisa ditemui di sini.

(din/a2s)











































