Di periode awal usai baru bergabung dengan Arsenal pada musim panas, Oezil langsung menunjukkan performa menjanjikan dengan aksi, gol, dan terutama assist-assistnya. Namun, belakangan sinarnya meredup.
Yang teranyar, pemain internasional Jerman berusia 25 tahun itu gagal menceploskan bola dari titik penalti dan kemudian tidak memperlihatkan perbaikan performa sepanjang sisa waktu laga lawan Bayern Munich, Kamis (20/2/2014) dinihari WIB, ketika The Gunners kalah 0-2 di Emirates dalam partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kualitasnya ia mestinya tak tersentuh dan mengeluarkan banyak hal bagus dari timnya. Tapi ia sepertinya belum diterima sepenuhnya oleh tim," lanjutnya menduga.
Mengenai penalti Oezil yang gagal jadi gol, Ballack mengatakan, "Oezil tidak terlihat percaya diri--ia mendekati bola dengan perlahan, jadi mungkin ada pemain lain yang lebih ingin mengambil penalti itu, tapi tidak ada yang maju."
"Ia memiliki kemampuan untuk mencetak gol dari titik 12 pas, itu bukan perkara besar, tapi memang saat itu tidak terlihat kepercayaan diri," papar Ballack yang di Premier League pernah membela Chelsea itu.
(krs/nds)











































