Kejadian itu muncul di menit 17 pada laga yang dihelat di Stamford Bridge, Sabtu (22/3/2014) malam WIB. Saat itu Chelsea tengah unggul 2-0 berkat gol-gol cepat Samuel Eto'o dan Andre Schuerrle.
Saat itu Eden Hazard melepaskan sepakan melengkung ke arah gawang dari kotak penalti yang dikerumuni cukup banyak pemain. Namun bola tersebut kemudian dihalangi secara sengaja oleh tangan Alex Oxlade-Chamberlain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi entah apa yang ada dalam pikiran Marriner ketika ia malah mengacungkan kartu merah kepada Kieran Gibbs yang kemudian terheran-heran dan dalam tayangan ulang, bahasa bibirnya mengatakan "Kenapa saya?". Bahkan pemain Arsenal lainnya tak percaya bahwa Gibbs lah yang dikartu merah.
Chamberlain pun sampai harus menghampiri Marriner dan bilang bahwa ia yang melakukan pelanggaran bukannya Gibbs. Tapi Marriner bergeming pada putusannya dan penalti sukses dikonversi oleh Hazard untuk bikin skor jadi 3-0, yang kemudian laga dituntaskan dengan skor 6-0.
"Ada banyak pemain di kotak penalti, Eden Hazard melepaskan tembakan. Kita bisa lihat ada pemain yang terbang seperti kiper dan menyentuh bola dengan tangannya. Dari bench kami tidak bisa melihat pemain mana itu. Tapi itu penalti dan kartu merah, sayangnya wasit salah mengusir pemain. Bahkan hakim garis pun tidak bisa membantunya membuat keputusan. Keputusan yang penting - apakah penalti? Ya. Kartu merah? Ya," tutur manajer Chelsea Jose Mourinho di BBC.
"Saya yakin itu memang handball tapi wasit tidak melihatnya. Bola keluar dan saya pikir Chamberlain yang menyentuh bola. Saya tidak tahu apakah itu memberi indikasi kepadsa wasit bahwa itu adalah handbaltapi jelas tidak melihatnya. Jelas saja ini mengecewakan tapi kami harus memenangi laga selanjutnya," timpal Arsene Wenger.
(mrp/mfi)











































