Sigurdsson sempat diminati sejumlah tim Premier League, setelah menghabiskan masa peminjamannya di Swansea City dengan impresif pada 2012 silam. Dari 19 penampilannya, gelandang Islandia itu mencetak tujuh gol dan lima assist.
Liverpool dan Spurs jadi dua klub yang termasuk berminat memboyongnya dari Hoffenheim kala itu. Namun dari keduanya, The Reds-lah yang disebut-sebut dalam posisi tawar lebih baik, melihat faktor kedatangan Brendan Rodgers sebagai manajer baru yang juga dari Swansea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini situasinya berbalik, di mana Liverpool justru melaju oke sementara Spurs mengendur. Anak-anak Merseyside sementara menempati posisi tiga dan tengah ikut dalam perburuan gelar juara, sementara tim asuhan Tim Sherwood tercecer di tempat keenam.
Meski demikian, Sigurdsson menegaskan hal tersebut tak mengubah pandangannya terhadap Spurs. Dia tetap bahagia di tim London utara itu.
"Orang-orang telah menanyakan padaku soal itu, tapi pada saat itu saya benar-benar senang bergabung ke Tottenham, dan saat ini pun saya masih senang," katanya di Sky Sports.
"Saya benar-benar menikmati ini. Ini adalah klub yang fantastis dan dalam beberapa musim terakhir kami telah menunjukkan ambisi untuk menjadi lebih baik. Semoga dalam beberapa tahun ini semua akan jadi benar-benar bagus," tambah pemain 24 tahun ini.
Soal Liverpool yang tampil impresif musim ini, Sigurdsson menilai bahwa mantan peminatnya itu diuntungkan dengan hanya tampil di kompetisi domestik. Sementara Spurs harus bersusah payah membagi konsentrasi ke Liga Europa.
"Karena mereka tidak lolos Eropa, Liverpool memainkan satu laga per pekan dan itu cukup menguntungkan mereka. Karena mereka bugar dan siap untuk bermain di tiap pertandingan," demikian Sigurdsson.
(raw/mfi)










































