Liverpool tampil dominan atas tamunya di Anfield, Kamis (27/3/2014) dinihari WIB. Steven Gerrard dkk. secara keseluruhan memegang kendali permainan dengan 61% penguasaan bola berbanding 39% sebagaimana dilansir whoscored.
Tapi 'Si Merah' butuh waktu hampir 40 menit untuk memecah kebuntuan lewat tendangan bebas Steven Gerrard, yang kemudian digandakan oleh Daniel Sturridge sebelum turun minum. Tim tamu yang menyulitkan lantas menipiskan kedudukan lewat gol Ki Sung-Yueng di babak kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rodgers mengungkapkan bahwa pertahanan rapat yang digalang Sunderland membuat timnya sempat kesulitan mencetak gol. Pertandingan baru berjalan lebih leluasa ketika Liverpool sudah mendapatkan keunggulan.
"Ini memang selalu jadi laga yang sulit. Sunderland memainkan pola 3-5-2 dan khususnya di babak pertama mereka bermain dengan pertahanan rendah sehingga kami harus menunjukkan kesabaran. Tapi ini adalah laga luar biasa lainnya dari kami," kata Rodgers di BBC.
Rodgers juga mengomentari keputusan wasit Kevin Friend, yang tak mengusir Santiago Vergini kala melanggar Luis Suarez dalam situasi satu lawan satu dengan kiper. Namun dia juga lega pelanggaran tersebut berbuah gol indah dari sang kapten, yang turut membuka jalannya pertandingan.
"Itu keputusan yang buruk. Pemain mereka harusnya diusir, Luis Suarez sedang langsung menghadapi gawang. Tapi Stevie Gerrard menunjukkan teknik dan kekuatan tendangan yang menakjubkan, kemudian kami pun menemukan kelancaran dalam permainan kami," demikian manajer asal Irlandia utara ini.
Berkat kemenangan ini, Liverpool menempel ketat Chelsea di puncak klasemen Premier League. Menempati posisi dua, mereka hanya tertinggal satu angka dari The Blues.
(raw/roz)











































