Bergabung ke Spurs dari Ajax Amsterdam di awal musim ini, Eriksen sempat tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Proses adaptasinya harus terganggu cedera engkel.
Tapi perlahan-lahan dia mampu menemukan permainan terbaik dan menjadi sosok sentral di Lilywhites. Buktinya dia mampu mencatatkan 10 gol dan delapan assist di total 34 pertandingan Premier League dan Liga Europa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan mengilapnya yang teranyar adalah kala menyelamatkan Spurs dari kekalahan di kandang West Bromwich Albion akhir pekan kemarin. Tertinggal 0-3 terlebih dulu, Spurs mampu mengejar menjadi hanya defisit satu gol 20 menit jelang bubaran.
Pada prosesnya dua gol yang tercipta berkat bunuh diri Jonas Olsson dan sepakan Harry Kane tersebut tampak seperti bakal sia-sia, ketika laga memasuki masa injury time. Tapi kemudian Eriksen datang sebagai penyelamat.
Bola muntah hasil umpan silang Aaron Lennon dikontrolnya di dalam kotak penalti. Dengan dingin dia lantas melakukan cut inside mengecoh satu bek West Brom dan melepaskan tendangan keras yang menghujam ke gawang.
Aksi Eriksen itu mendapatkan apresiasi dari sang manajer. Sherwood menyebut penyelesaian akhir pemain 22 tahun itu layaknya pemain legendaris Belanda dan Arsenal, Dennis Bergkamp.
"Eriksen adalah satu pemain yang tidak bisa dikesampingkan. Dia mirip seperti Bergkamp," katanya dikutip Sky Sports.
"Anda ingin seseorang terburu-buru dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan itu, sebagai seorang manajer lawan. Tapi ketika bolanya mendarat padanya, Anda tahu dia akan sedingin es," lanjutnya.
"Sekai dia melakukan cut inside, saya tahu jaringnya tersentuh bola," demikian manajer 45 tahun ini.
(raw/rin)










































